RSS

……………Datang Tanpa Alasan, Namun Bisa Pergi Dengan Alasan.…………..

18 Sep

Bag 1.

“Mengerti apa yang datang, dan bagaimana memperlakukannya”

Pernahkah dalam hidupmu kau merasakan sesuatu hal yang besar terjadi pada bagian tubuhmu, terkadang mungkin kau merasa bingung dengan hal itu. Kau mencoba untuk mencari tahu  bahkan memeriksa keadaan tubuhmu, dimana kau akan mengira ini kemungkinanadalah sebuah penyakit, tapi ternyata bukan karena hal itu kau berhubungan dengan seseorang. Ketika hal itu tidak dapat kau temukan jawabannya segera, mungkin kau akan mencari tahu tentang semua hal yang berkaitan. Dan mungkin saja kau akan mendengar atau menemukan hal yang sama yang kau rasakan tersebut dari orang lain, yang mereka sebut dengan cinta. Maka kau akan meyakini bahwa itu memang benar hal itu adalah sebuah cinta. Tapi jangan terlalu cepat menarik kesimpulan bahwa yang kau alami itu merupakan cinta. Tahukah kau tentang arti cinta itu sebenarnya?

Bagaimanakah sebenarnya cinta itu? ada yang tahu arti cinta sebenarnya?

Benar, tak banyak yang tahu apa dan bagaimana cinta itu sebenarnya. Mengapa mereka hadir dan mengapa bisa terjadi seperti itu. Entahlah, tak banyak yang dapat mendeskripsikan tentang cinta termasuk saya sendiri. Apa dan bagaimana cinta itu? Saya tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya dan bagaimana cara memulai menjelaskannya.

Sedikit mendeskripsikan tentang cinta yang kutahu, menemukan arti cinta akan membuatku jadi orang yang kurang kerjaan. Apa yang kukerjakan saat ini sebenarnya bertentangan dengan apa yang seharusnya kukerjakan sekarang. Namun yang kulakuan ini belum tentu tidak berarti untukku, hanya saja seharusnya sekarang saya tidak mengerjakan hal ini.

Saya adalah mahasiswa yang sedang mengerjakan penyelesaian kuliahnya. Bukannya sibuk dengan laporan, saya malah sibuk dengan artikel. Kenyataannya, saya melakukan ini karena hati saya sedang bergejolak dengan banyak masalah dalam hidup saya. Saya bingung ingin mengerjakan apa, padahal sebenarnya banyak pekerjaan yang sedang menantiku untuk segera diselesaikan.

Bicara soal laporan tugas akhir, bagi mahasiswa seperti saya ini merupakan sebuah beban yang teramat mendalam. Kebanyakan orang mungkin berfikir, apa yang susah? Hanya mendeskripsikan apa yang telah kau pelajari selama dibangku perkuliahan dan berdasarkan apa yang telah kau kerjakan pada tugas akhirmu. Tapi, ini begitu berbeda dengan apa yang terjadi dalam hidupku tentang apa yang sedang kurasakan saat ini. sekarang saya merasa ada yang salah dengan diriku, ada yang mengganjal yang sedang kurasakan dan menurutku ini harus segera diatasi. Terkadang saat merenung sendiri, saya akan merasa marah pada diri sendiri bahkan takut apabila ini dapat mengecewakan orang yang menyayangiku, terutama kepada orang tuaku.

Ya, tekanan hidup. Mungkin sebagian orang akan santai menghadapinya dan mencoba mencari jalan keluar yang baik agar tidak  menjadi beban selamanya. Tapi, bagi saya tekanan itu malah menjadi beban fikiran yang sangat menakutkan bahkan saat mata mulai terlelap. Namun, entah mengapa saya merasa lebih dapat bertindak ketika saya memiliki banyak beban fikiran, bukan berarti saya senang memiliki  banyak beban fikiran. Terkadang, karena merasa tegang saya bisa menurunkan berat badan, (hahah…). Maksud saya,  pernahkah anda merasa memiliki adrenalin yang kuat dan mencoba menghadapinya?. Mungkin hanya pendapat saya, tapi jujur itu membuat saya memiliki energi.

Saya ingin menceritakan kejadian menyedihkan yang menimpa saya, yang mungkin membuat saya menjadi seperti ini sekarang. Ini seharusnya bersifat pribadi, tapi akan lebih lega rasanya jika saya juga menuliskannya disini. Saya pernah sangat tersakiti oleh seseorang yang saya sayangi, dia adalah mantan kekasih saya. Bukan karena dia dekat dengan gadis lain atau apa, ini hanya sebuah kata-kata tapi sangat menyakitkan. Namun bila gadis lain mendapati kata-kata seperti ini keluar dari mulut orang yang masih dia sayang meskipun tanpa status, tentunya ia juga akan merasakan sakit yang seperti kurasakan sampai saat ini. Mungkin saya agak sedikit berlebihan membicarakan ini, ataukah kejadian ini baru sebulan yang lalu dimana akan hilang suatu saat. Tapi, inilah salah satu penyebab terbesar kenapa laporan tugas akhir ini begitu sulit untuk dikerjakan. Hal terburuknya adalah, ketakutan yang besar pada seseorang dan keinginan untuk cepat tidur agar malaikat malam dapat menghapusnya dari ingatanku. Karena mungkin saya adalah salah satu orang yang berharap bahwa Tuhan menciptakan malaikat malam untuk menghapus ingatan buruk saya dan menyisakan ingatan yang baik untuk diingat.

Pertanyaannya mungkin, kenapa ini menjadi pengahambat untuk mengerjakan laporan tugas akhir?. Tentu saja ini sangat menghambat, karena saya akan selalu merasa sakit mengingat kejadian itu, mengingat satu persatu dari kata-kata itu, dan karena saya adalah orang yang senang mengerjakan sesuatu jika suasana hati saya dalam keadaan baik. Dan pastinya kebanyakan orang akan setuju dengan pendapatku ini.

Berbicara tentang “Dia”, laki-laki yang pernah sangat kusayangi dan saya bersedia melakukan apa saja yang ia ingin dari saya agar “Dia” senang dan tetap menjadi milikku. Namun menyedihkan, ketika “Dia” selalu berfikiran bahwa saya mengaggapnya tidak penting dalam hidupku. Sehingga beberapa kali saya harus menjelaskan padanya betapa pentingnya ia untukku, beberapa kali saya harus mengungkapkan perasaan sayangku padanya, sampai beberapa kali saya harus melakukan berbagai hal bodoh agar dia percaya.

“Dia” adalah lelaki yang pertama kali. Air mata, tawa yang mengharu biru, dan beberapa yang pertama kali untuk saya, bahkan untuk pertama kalinya saya diputuskan oleh seseorang bahkan disaat itu saya masih begitu sayang kepadanya. Yaa diputuskan, selama +2tahun hubungan kami, hampir beberapa kali dia mencoba memutuskan saya, beberapa kali kata putus itu terucap mencoba berpisah dari saya dan 3 kali kami resmi putus. Meskipun sebenarnya dari ketiga itu, bahkan sekali saja tidak pernah saya menjawab keputusannya.  Karena bagi saya, diputuskan saja sudah begitu menyakitkan apalagi saya harus menjawab dengan mengatakan “Baiklah, jika itu keputusan mu saya rela” atau “jika ini memang yang terbaik untuk kita” ataukah “baiklah, semoga kau bahagia”, telah “kau putuskan”. Its hurt ladies…..

Pernah saya berkata seperti ini “jika kau ingin pergi dariku, pergilah disaat butaku agar aku tak melihatmu pergi karena aku tak akan sanggup melihatmu pergi, pergilah disaat tuliku agar aku tak mendengarmu pergi karena aku tak akan sanggup mendengar langkah kakimu menjauh, dan pergilah disaat bisu dan lumpuhku agar aku tidak  akan meneriaki atau mencegahmu untuk pergi meninggalkanku. Namun jika kau merasa tersesat dan ingin kembali, kau pasti tau bukan jalan untuk kembali?”

Fakta yang lainnya setiap dia memutuskan, pasti dia pula yang minta untuk kembali. Dan bodohnya, saya tidak akan sanggup bahkan tidak mampu untuk mengatakan “TIDAK”. Ohh No, why ladies? Padahal dia telah begitu membuat semua bagian tubuhku menjadi sakit, but why?. Apakah ini yang disebut dengan cinta? Benarkah yang kurasakan padanya ini adalah cinta? Tapi kenapa saya sering merasakan sakit dihati? Apakah cinta itu juga sakit? Begitukah seharusnya cinta?

Sekarang ini untuk memulai hubungan lagi dengannya setelah putus, butuh waktu dan proses berfikir yang panjang. Saya merasa, ini harus difikirkan dengan sebaik-baiknya dengan mempertimbangkan luka yang pernah ada. Bukan berarti saya menganggap cinta itu penuh pertimbangan, tapi saya merasa bahwa sebelumnya dari kami entah itu saya atau dia masih labil dan belum dewasa dalam menghadapi suatu hubungan, sehingga ikatan yang terjalin selalu putus nyambung dan tidak selalu damai. Memang dalam hubungan tidak selamanya berjalan mulus pasti akan selalu ada kerikil yang menghambat, selalu saja ada masalah yang menghampiri, tapi bagaimana kita bisa menghadapi ini dengan baik, bisa menyelesaikan masalah yang ada dengan penyelesaian yang bijak, namun jangan sampai terjadi yang namanya putus. Putus bukanlah cara menyelesaikan setiap masalah yang ada, jangan sampai penyesalan datangnya terlambat dan kita telah membuat pilihan yang salah.

Hidup memang penuh akan sebuah pilihan, langkah yang kita ambil berdasarkan keputusan yang telah kita ambil. Bijaknya kita dalam mengambil pilihan dalam hidup merupakan bagaimana cara kita mendewasakan diri dengan berfikir mengenai apa dan bagaimana resiko yang akan dihadapi nantinya. Karena hidup merupakan pilihan, jadi cinta juga adalah pilihan. Manis, pahit, suka dan dukanya adalah resiko yang kita dapat dari pilihan itu. Maka dari itu, sebelum saya memutuskan akan menerima kembali atau tidak dengannya, saya harus memikirkan kembali apakah saya siap akan resiko dari pilihan yang akan saya ambil ini?

Ada yang bilang “cinta itu buta”, “cinta itu bodoh” dan sebagaianya. Ya benar dan saya pernah merasakannya. Tapi menurut saya cinta itu tidak pernah salah, yang salah adalah pelakunya dan cara ia menanggapinya serta memperlakukan cinta itu. Jangan pernah menyalahnkan cinta itu jika kau terluka, tapi salahkan dirimu yang salah memperlakukannya. Seperti yang kurasakan saat ini, saya tidak akan menyalahkan perasaanku padanya, saya menerima resiko ini atas apa yang pernah kuperbuat. Namun ini bukanlah hukum karma, ini adalah sebuah ujian untuk menjadi lebih baik dan saya tahu akan berbuat apa.

Karena cinta itu hadir tanpa alasan yang jelas, tapi banyak yang bilang kalau cinta dapat pergi dengan alasan pula. Tapi cinta tak akan semudah itu pergi dengan alasan sepele, karena cinta yang abadi hanya hadir ketika saat yang tepat dan untuk orang yang tepat.

Bersambung……

………………..its just   RTH  ………………

 
Leave a comment

Posted by on September 18, 2015 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: