RSS

……………Datang Tanpa Alasan, Namun Bisa Pergi Dengan Alasan.…………..

18 Sep

Bag 2.

“Keyakinan” Sama, Membuat “Komitmen” Menghasilkan “Ikatan”.

 Mungkin awalnya ini hanya sekedar iseng, tapi dari ke-“isengan” ini menjalar menjadi sebuah hobi, karena saya senang menulis. I Love it…. Tulisan saya ini tidak seindah tulisan penulis sejati, tidak sesempurna tulisan penulis legendaris, ini hanya kesenangan yang membuat saya senang melakukannya.

Ketika pertama kali menulis, saya mulai dari tulisan pendek, cerita singkat yang mungkin memiliki alur yang aneh dan membingungkan tapi saya senang ketika mereka yang membacanya mengkritik tulisan saya dan itu membuat saya hidup. Mengenai cerita yang saya tulis, kebanyakan kisah ini merupakan real kisah hidup saya dengan sedikit modifikasi agar terkesan indah, yang mana bila diperhatikan hampir semua tulisan yang pernah saya buat tersebut merupakan kisah cinta. Ini bukan karena obsesi saya tentang cinta, hanya saja saya merasa takjub akan hal tersebut.

Tahukah anda, cinta disini memberi saya hobi dan energi untuk mengerjakan sesuatu dan menghasilkan sesuatu. Jadi, saya tarik kesimpulan dari tulisan sebelumnya yang saya katakan bahwa “Maksud saya,  pernahkah anda merasa memiliki adrenalin yang kuat dan mencoba menghadapinya?. Mungkin hanya pendapat saya, tapi jujur itu membuat saya memiliki energi”, yang saya rasakan tersebut adalah sebagian dari energi cinta yang menjalar kefikiran saya dimana sebelumnya saya menganggapnya adalah “beban fikiran”. Ya, karena yang saya rasakan tersebut adalah rasa galau akan cinta yang menjadikannya beban fikiran yang membuat saya memiliki energi.

Well, mungkin ini sedikit membingungkan karena yang saya ucapkan mungki berputar-putar. Kita akan bermain secara relax.

Saya mengingat materi dari mata kuliah saya yaitu mata kuliah pancasila yang membahas tentang “filsafat”. Adakah hubungannya dengan yang sedang kita bahas ini? sure.. jelas ada. “Filsafat”, sedikit berbicara tentang pengertiannya, kata filsafat berasal dari 2 kata bahasa latin yaitu filos yang berarti cinta, dan shopos/sofia yang berarti kebijaksanaan,  yang mana diketahui bahwa tingkatan dalam filsafat disini ada dua yaitu kebenaran dan keyakinan. Kebenaran adalah sesuatu yang harus dibuktikan melalui sebuah studi penelitian yang menghasilkan ilmu pengetahuan contohnya adalah ilmu matematika. Sedangkan keyakinan adalah sesuatu yang tidak memerlukan sebuah pembuktian karena ini berdasarkan dari iman contohnya adalah agama, dan cinta.

Ya, cinta itu bersumber dari sebuah keyakinan, yang  mana hal tidak perlu dibuktikan karena ini adalah sebuah keimanan. Seseorang bisa jatuh cinta bersumber dari keyakinan pada dirinya. Dan apabila dua orang saling mencintai berarti mereka memiliki keyakinan yang sama, pemahaman yang sama, dan mereka bersama telah mengimani hal yang sama. Jadi jangan heran dan bertanya-tanya kenapa hal itu bisa terjadi, dan mengapa? Ini adalah sebuah keadaan yang tidak perlu dibuktikan karena mereka yang berkeyakinan tak berharap mendapatkan balasan, mereka sabar akan apa yang mereka miliki dan ikhlas menerimanya. Wow, ini adalah salah satu materi kuliah yang paling kusuka selama kuliah.

Saya menyadari suatu hal ketika memahami tentang “keyakinan” tersebut, bahwa “dua manusia saling jatuh cinta atas “keyakinan” yang sama, mereka saling mengungkapkan dan membuat sebuah “komitmen” sehingga terjadi sebuah “ikatan” dan terjalinlah hubungan antara keduanya”. Indah sekali bukan? Hakikatnya begitulah proses yang terjadi dalam kehidupan manusia, tapi tak semua berjalan dengan mulus karena ikatan ini membutuhkan sebuah pengorbanan dan siapa yang menginginkannya tahu betul akan resiko nantinya. Kebahagiaan yang mengharu biru atau kesedihan yang mendalam, pilihan mana apa yang akan kita ambil yang merasakannya adalah kita sendiri.

Komitmen dalam hubungan adalah yang paling terpenting. Komitmen layaknya sebuah haluan bagi sebuah hubungan, komitmen yang baik akan membawa hubungan ke arah yang baik, begitu pula sebaliknya. Komitmen inilah yang memperkuat sebuah ikatan, karena tertanam dalam benak sendiri, yang tahu kalau kita sedang salah arah adalah kita sendiri ataupun pasangan.

Pernah saya mendapati sebuah kasus pada dua orang yang memiliki keyakinan dalam sebuah awal hubungan. Mereka membuat sebuah komitmen, mereka berpegang teguh pada komitmen tersebut pada saat itu sehingga terjalinlah sebuah ikatan. Namun Si pria meminta sebuah permintaan, agar ikatan ini hanya mereka berdua yang mengetahuinya, tidak teman ataupun sahabat, hanya mereka berdua. Dengan perasaan yang luar biasa sayangnya dan alasan si pria pun menjadi wajar, si wanita yang mengiyakan permintaan si pria dan tidak sedikitpun curiga dan merasa ada yang menggannjal. Setidaknya dengan kedekatan mereka, si wanita merasa tenang dan percaya penuh pada si pria. Beberapa hari mereka mereka mejalani ikatan tersebut, telah banyak krikil-krikil yang menghambat hubungan mereka, meskipun dalam keadaan si pria yang temperamental dan si wanita yang sabar sehingga hubungan ini dapat tetap terjaga. Mereka terlihat bahagia sebagai pasangan baru saat bersama, ketika dalam keadaan ramai mereka layaknya teman biasa dengan keakraban yang biasa pula. Hal it uterus seperti itu, ingga sesuatu yang terjadi. Saat itu merupakan 1 bulan saat mereka jadian, seperti pada halnya pasanganan lainnya mereka membuat saat itu jadi sedikit berarti. Pertemuan manis didepan rumah si wanita, dengan tersipu malu sang wanita begitu senang akhirnya dia telah melalui waktu sebulan dengan pria yang ia sayangi. Saat itu terjadi perbincangan kecil antara mereka berdua, tentang alasan masing-masing saling cinta. Ini dimulai dari sang pria yang bertanya, namun dengan tersipu malu sang wanita bingung bagaimana menceritakannya, dan si wanita pun bertanya balik. Dengan santai si pria menjawab

 “karena kau menyukaiku”.

 Jetarrr…

Bagaikan tersambar halilintar dan badai, si wanita  merasa sedikit bingung.

“maksudnya? ” Tanya si wanita yang kebingungan

“saat itu aku tidak memiliki perasaan padamu” jawab si pria

“jadi saat itu?”Tanya si wanita lagi

“ya, saat itu aku merasa bahwa kau sangat menyukaiku, padahal sebenarnya saat itu aku hanya menganggapmu teman organisasi yang ingin ku back up agar tetap loyal. Dan aku mendekatimu bukan karena aku menyukaimu, tapi kelihatannya kau terbawa perasaan dengan sikapku, makanya lebih baik aku menjaga perasaanmu dan bertanya apakah kau mau dengan laki-laki sepertiku? Dan keadaannya menjadi seperti ini” jelas si pria

“jadi selama ini….. saat itu… dan perasaan mu” Tanya si wanita lagi dengan sedikit terguncang.

“ya tapi sekarang aku sudah mulai menyukaimu, saat hiking aku kefikiran akan orang-orang yang menyayangiku termasuk dirimu, dan aku merasa kesepian berada jauh darimu, dan aku menyadari perasaanku bahwa sekarang aku juga telah menyukaimu” ucap si pria.

Si wanita merasa masih sulit menerima pernyataan si pria, ia pun berlari kembali masuk kedalam rumah, dan air mata pun mengalir dan mewarnai malam si wanita. Penjelasan dari si pria pun diterima si wanita dari sebuah sms malam itu juga, si wanita menerima meskipun sebelumnya merasa dipermainkan oleh si pria. Namun karena ketulusan hati si wanita yang menyayangi si pria yang sangat berarti bagi si wanita, dan si pria yang menjadi benar-benar menyayangi si wanita. Komitmen pun telah terjalin dan hal itu menguatkan sebuah ikatan, meskipun awalnya si pria yang tidak memiliki perasaan apapun, dengan ketulusan hati dari si wanita membuat si pria akhirnya sangat menyayangi si wanita.

Dalam kehidupan ini ada banyak kisah cinta yang mewarnai kehidupan sepasangan kekasih. Kebahagiaan, tangisan, pengorbanan, dan penghianatan, adalah warna-warni yang disajikan oleh cinta. Tak banyak yang tahu dan paham, bagaiamana mendapatkan yang baiknya saja. Namun alangkah baiknya jika kita menikmati proses itu meskipuna akan selalu ada suka duka, pahit dan manis. Karena keyakinan yang abadi adalah hal yang luar biasa dalam hidup.

Bersambung……

………………..its just   RTH  ………………

 
Leave a comment

Posted by on September 18, 2015 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: