RSS

Sinopsis Bad Guy Episode 9

12 May

Taera pulang kerumah dalam keadaan basah, ketika di dalam mobilpun, Taera gundah perasaan-nya. Sampai rumah, So Dam dan pengasuhnya bengong melihat Tae Ra basah kuyup. Suami Tae Ra keluar dari kamar mereka dan terkejut melihat kondisi istrinya.

Tae Ra tidak banyak bicara dan berkata dia mau mandi dulu, langsung masuk kamar mandi dan mandi dengan pakaian lengkap! teringat semua scene-nya dengan Mr. Gun Wook. Dia harus menjinakkan “emosi”-nya hahahaha

Malamnya, Tae Ra mencoba “mendekati” suaminya (if u know what I mean) tapi Jaksa Park tenggelam dalam pekerjaan-nya, ada kasus yang harus ia pelajari dan minta istrinya tidur duluan. Tae Ra bahkan mencoba membujuk suaminya untuk kedua kali tapi Tuan Jaksa tidak pedulu, so ya wis..Tae Ra keluar ke ruang tamu dan memikirkan..Gun Wook.

Di malam yang sama, Gun Wook mengumpulkan Kak Jang dan beberapa rekan stuntman-nya di depan lokasi konstruksi. Teman-temannya heran, mau apa panggil kami malam2, Gun Wook minta bantuan untuk menangkap pencuri di lokasi konstruksi. Gun Wook mengamati truk yang datang dan mulai mencuri bahan2 dari loksai konstruksi. Truk itu selesai dan bersiap pergi, Gun Wook memberi kode pada rekan2nya untuk beraksi.

Mereka menghalangi truk dengan mobil. Dari dalam truk keluar 3 orang yang marah2. Kalian menghalangi jalan kami! Gun Wook mengancam akan menelepon pihak Haeshin atau polisi. Sopir itu berkata lakukan apa maumu, mereka hanya melakukan tugas mereka. Rekan Gun Wook memberi isyarat, truk itu kosong!

Ternyata itu pengalihan, ada truk kedua yang keluar. Gun Wook langsung mengejarnya dengan motornya. Rekan Gun Wook tertahan oleh ketiga orang yang lain. (Wah, Kim nam gil setelah keluar Wamil main film yg pake motor aja, jadi pembalap kek, ama Vic Zhou and pembalap Jepang kaya Takeshi Aoyama pasti keren..ya), Gun Wook menghentikan truk itu dan memergoki barang curian mereka (wah ini drama bgt, kalo beneran ya pasti ditabrak aja..truk lawan motor gitu lo..)

Gun Wook menelepon Tae sung untuk lapor. Tae sung malas-malasan dan berkata ya sudah lapor polisi saja. Tapi setelah telp ditutup, Tae Sung bergumam dengan kagum juga, Shim Gun Wook itu benar-benar menangkap mereka?

Polisi datang dan Gun Wook menghilang, tinggal Kak Jang dan rekan2nya yang menerangkan kejadiannya dengap polisi itu. (Ada yang menarik, Kak jang ini sengaja selalu menjauhkan Gun Wook dari polisi, dia sepertinya tahu sesuatu).

Paginya, Tae Sung memanggil Gun Wook ke kantor Haeshin. Presdir Hong ingin bertemu. Presdir Hong yang sudah memiliki kesan baik pada Gun Wook semakin senang dan kagum dengan hasil kerjanya. Presdir Hong menawari Gun Wook pekerjaan di perusahaan-nya, yang of course disambut Gun Wook dengan senang hati.

Kemudian..pesta pembukaan DIDIN Art Gallery yang mengadakan pesta dengan tema topeng, so sayang sekali topeng kaca Ryu sensei sudah pecah. Entah sengaja atau tidak, saat Gun Wook melihat Jae in, ia memanggilnya dan mendekati Jae in, otomatis Jae in mengulurkan champagne pada Gun Wook, dan Gun Wook minum champagne-nya sambil melirik Tae sung, pamer kali dia…Tae sung bete dan pergi.

Gun Wook melihat Tae Ra dan Tae Ra sadar diperhatikan Gun Wook, ia menoleh ke arahnya. Gun Wook memberi isyarat pada Tae Ra dengan sign language, Tae Ra tidak mengerti dan pergi menjauhi Gun wook.

Tae Sung mengajak Gun Wook ke ruang penyimpanan dan menawarkan untuk main, “The Prince and the Clown” kita tukar baju dan identitas! Keduanya bertukar baju dan mengamati bayangan mereka di cermin (dua2nya keren bo! jadi teman aja lah..) Jadilah Hong Tae Sung untuk sementara, kata Tae Sung. Kata2 ini punya arti ganda bagi Gun Wook.

Tae Sung keluar, meninggalkan Gun Wook sendiri. Gun Wook menatap topengnya : Hong Tae Sung…sudah lama aku tidak dipanggil seperti itu..

Gun Wook mengenakan topeng dan jalan keluar.

Di luar, Gun Wook membuat kekacauan, dia membuang champagne dan memecahkan gelasnya di tengah tamu2 penting, di depan Ny. Shin dll. Semua mengira itu Tae Sung dan kesal tapi hanya ngomel. Gun wook pura2 mabuk dan tertawa terbahak-bahak lalu keluar dengan terhuyung2.

Ny. Shin kesal dan menegur Tae Ra, dia mengira putrinya yang mengundang Tae Sung (astaga ini satu keluarga gitu lo, pakai undangan? jd inget film Arisan-nya Nia Dinata, arisan aja pake undangan melebihi kawinan hahaha). Ny. Shin tanpa sengaja melihat stocking Tae Ra yang sobek. Tae Ra permisi ganti dan naik ke kamar atas.

Tae Ra masuk dan Gun Wook ada di situ, awalnya Tae Ra tidak tahu kalau ada orang, tapi ponsel Gun Wook bunyi (Mo Ne telp) dan Tae Ra yang mengira itu Tae sung tenang saja dan minta Tae Sung menjawab telp-nya atau pergi saja.

Mo Ne naik ke atas untuk mencari Gun wook…

Setelah Tae Ra selesai, Gun Wook berdiri di depannya lalu menunjukkan sign language yang seperti tadi di bawah. Perlahan melepas topengnya dan membuat Tae Ra kaget.

Mo Ne semakin mendekat. Gun Wook sempat menerjemahkan sign language-nya tadi, “Kau adalah wanita tercantik di sini, malam ini.”

Dan karena Mo Ne mendengar bunyi Hp dari ruangan itu, dia membuka handel pintu. Gun Wook langsung menarik Tae Ra sembunyi di sudut sambil memeluknya (ini akan diulang di ep 11, dasar…tahu aja kelemahan Tae Ra..)

Mo Ne bingung karena tidak ada orang di situ, dia merasa mendengar bunyi Hp disini, Mo Ne berseru memanggil Gun Wook, karena tidak ada jawaban, Mo Ne keluar lagi. Setelah Mo ne keluar, Bad Guy langsung melancarkan serangan. Jantungmu berdetak kencang, katanya ke Tae Ra.

Otomatis Tae Ra mau melarikan diri, tapi langsung ditahan lagi oleh Gun Wook yang berusaha mencium Tae Ra, awalnya Tae Ra menghindar tapi usaha ketiga Gun Wook sukses, keduanya berciuman. Tae Ra juga tidak benar2 menolak bahkan menyambut Gun Wook, it takes two to tango, honey you fall into the temptation.

Keduanya melakukan itu sementara Jaksa Park dan Mo Ne ada di sekitar situ mencari keduanya! Tae Ra sadar dan melepaskan pegangan-nya di bahu Gun Wook, Gun Wook perlahan melepaskan tangan dari lengan Tae Ra. Tae Ra gugup dan keluar.

Tae Ra keluar dan suaminya heran melihatnya. Tae Ra berusaha menutupinya. Gun Wook keluar..tenang..sudah pakai topeng lagi, jadi Mo Ne mengira itu Tae sung dan memanggilnya. Jaksa Park juga mengira itu adik iparnya. Gun wook hanya melambaikan tangan dan pergi. Aman..

Jae in berpapasan dengan Gun Wook, ia pikir itu Tae Sung. Gun wook membocorkan identitasnya dan berkata kalau Hong Tae sung sedang mengenakan bajunya. Gun Wook mengusulkan Jae in untuk main2 dengan Tae Sung. Jae in ikut saja dan mendekati Tae sung, ia sengaja menyapa Tae sung sebagai Gun Wook : Hei! Shim Gun Wook! dan mengajak Tae sung duduk diluar.

Jae in mulai bicara tentang Hong Tae sung, mengapa ia memecahkan gelas, memecahkan topeng kaca..ia mengerti itu untuk menarik perhatian ibunya. Tae sung diam saja.

Jae In : Aku merasa aneh. Aku selalu merasakan sesuatu padanya. Dia beda denganmu, Gun Wook, aku merasa kasihan dengannya. Kau akan baik2 saja, tapi Tae sung sepertinya tidak boleh dibiarkan sendirian. Itulah mengapa aku selalu memikirkannya. Kalau saja ada anggota keluarganya memperlakukan dia dengan hangat, dan tanya apa dia sudah makan belum.

Sementara itu Gun Wook ada di dekat mereka memandangi keduanya. Tae sung merasa Jae In sudah kelewatan dan berdiri. Jae in pura2 bingung, hei, Shim Gun Wook. Kenapa kau tiba-tiba seperti ini? Tae sung tidak menjawab dan pergi. Gun Wook juga. Jae in puas.

Tae Sung duduk sendirian dan tersenyum mengingat kata2 Jae in. Gun Wook ikut duduk di sebelahnya dan melepas topengnya. Tae sung tanya apa Gun Wook dapat masalah, yang di-iyakan oleh Gun wook. Tae sung menanyakan Jae in dan berkata pada Gun Wook agar tidak dekat2 dengan Jae In, dia tidak suka denganmu. Tae sung merasa yakin sekarang kalau Jae in lebih menyukainya daripada Gun Wook, lucu ini orang..

Tae Ra minum air es lagi untuk mendinginkan “semuanya” hahaha

Setelah pesta usai, Jae in tugas membersihkan ruangan dan memungut sampah (btw, ini pesta kalangan elit tapi ngga ada cleaning service-nya? ngga masuk akal..atau memang pelit.) Gun Wook datang dan tanpa bicara membantunya membersihkan ruangan. Tapi Gun Wook juga tidak terlalu senang, karena keberhasilan Jae in tadi mendekati Hong Tae Sung, dia berkata sarkastis, kau sudah semakin matang.

Jae in ingin tahu apa Hong Tae sung mengatakan sesuatu, Gun Wook hanya berkata dia ingin tahu kau itu seperti apa. Itu saja. Jae in kurang puas dengan jawaban Gun wook.

Jae in mengeluh, kakinya sakit, lalu duduk. Gun Wook juga. Jae in bersandar di punggung Gun Wook dan tanya apa yang disukai Hong Tae sung, kalau kau jadi Tae sung apa yang kau inginkan? Gun Wook dengan jujur menjawab masakan rumah. Bagaimanapun Gun Wook adalah Hong Tae sung dan itu yang ia inginkan. Tapi Jae in ketawa dan mengira Gun wook bercanda.

Keesokan paginya, Gun Wook melancarkan “jurus serangan baru.” Dia sepertinya sudah mendapat informasi baru tentang Haeshin grup. Gun wook menunggu seseorang di tempat parkir dan ketika yang ditunggu muncul, Gun Wook pura2 menabrak mobil orang itu tanpa sengaja.

Ternyata pria itu bernama Kang Yong Chul, manajer investasi. Gun wook minta maaf dan memberi kesan yang baik pada manager Kang, ia menawarkan diri memperbaiki mobil Tuan Kang di bengkel.

Gun Wook dan Tuan Kang ngobrol di bengkel dan Gun Wook meninggalkan kesan kalau ia tertarik dengan investasi. Dan kalau kamu ketemu broker profesional, tidak ada yang membuatnya tertarik kecuali uangmu…Gun Wook tahu itu, dia menekankan kalau dia tertarik invest saham dan kalau dia kaya!

Karena mobil Tuan Kang tidak segera selesai, Gun Wook menawarkan mobilnya “yang lain” untuk dipakai Tuan Kang, lebih mewah dari mobil Tuan Kang sendiri. Tentu saja Tuan Kang senang dan percaya! hahaha…dibutakan oleh mobil.

Di kantor Haeshin, Gun Wook bertemu Tae Ra kembali di lift, mereka sendirian saja. Tae Ra heran mengapa Gun Wook sendirian, mana Tae Sung. Gun wook tidak menjawab dan hanya mendekati Tae Ra seperti akan menciumnya lagi, tapi sekarang Gun wook hanya mencium pipinya. Tae Ra memejamkan matanya, Gun wook berbisik, Hari ini aku bekerja di Haeshin, mohon bimbingan-nya direktur Hong Tae Ra.

Kemudian pintu lift terbuka dan karyawan lain serta Jae in melihat keduanya dengan heran. Tae Ra keluar dan Jae in masuk. Jae in tanya, bukankah itu kakak Mo Ne? Gun wook membenarkan.

Keduanya lalu minum kopi bersama sambil ngobrol. Jae in memberi selamat pada Gun Wook karena berhasil kerja di Haeshin Grup dan ia juga tanya apa Gun Wook punya rencana menikah dengan Mo Ne? Gun Wook berkata ia tidak punya rencana itu. Jae in tampak..lega? (karena dia bisa dg Gun Wook atau karena ngga mau jadi kakak ipar Gun Wook? hahaha)

Gun Wook mengulurkan amplop : Hadiah pekerjaan. Jae in membukanya dan kaget ternyata kartu anggota fitness center tempat Tae sung biasa olah raga. Jae in heran, ini kan mahal sekali. (Gun Wook kan kaya sekali..pasti trader hebat orang ini, mau dong dikasih bocoran mana sell mana buy hahaha…) Jae in terlihat senang dan ini membuat Gun Wook tidak suka. Aneh juga, bukannya you yg ngasih jalan buat Jae in untuk dekat dengan Tae sung?

Gun Wook masuk ke departemen-nya dan mengenalkan diri. Semua rekan-nya menyambutnya dengan baik. Karena Tae sung belum datang, rekan-nya minta tolong Gun Wook mengambil dokumen di kantor Tae sung.

Gun Wook melihat kursi dan papan nama Hong Tae sung, dia langsung duduk di kursi itu, dan sekilas..wajahnya seperti seorang anak yang mendapat mainan-nya kembali setelah direbut temannya, Gun wook kelihatan senang sekali.

Detektif Gwak dan Lee sekali lagi menemui Ny. shin dan tanya mengenai Choi Sun Young. Jae in masuk mengantar teh dan Ny. Shin menegurnya karena tidak mendengar Jae in ketok pintu. Detektif Gwak berkata Choi Sun Young pacar Tae sung tewas bunuh diri dan anak yang pernah diadopsi keluarga Hong mengenalnya, bahkan keduanya pernah satu panti asuhan.

Detektif Gwak memperingatkan mungkin saja anak itu (pasti sudah besar skr), merasa sakit hati karena wanita yang dianggap kakaknya bunuh diri karena Tae sung, dia mungkin akan mencelakai Tae sung.

Ny. Shin tetap berkata anak itu sudah mati 20 th lalu. Detektif Gwak terkejut dan berkata tapi tidak ada laporannya. Ny. Shin tidak mau diganggu lagi dan meminta mereka pergi. Dan selama itu, Jae in tidak langsung pergi menjauh tapi mencuri dengar pembicaraan mereka dari luar. Ny. Shin terlihat gelisah.

Di meja Tae Sung, Gun wook justru memikirkan siapa yang selalu menjenguk makam orang tuanya di desa Mi Rang? (Tuan Hong atau sekretaris Kim mungkin)

Ny. Shin langsung menghubungi kepala pelayan di rumahnya dan minta dia mencari tahu mengenai anak yang 20 th lalu diusir, cari dia diam-diam, tidak peduli berapa biayanya. Pelayannya mengerti. Tapi pelayan itu seperti mendapat kesan kalau Gun Wook adalah anak itu. Hanya dia sepertinya ingin melindungi Gun wook.

Tae sung masuk dan mengejutkan Gun Wook. Ia langsung berdiri, Tae sung heran, mengapa kau duduk di sana? Gun Wook beralasan ia cari dokumen. Tapi sesuatu membuat Gun Wook terpicu perasaan iri-nya, yaitu ketika Tae Sung mengeluarkan robot mainan yang dulu sering ia mainkan, kebetulan itu mainan Gun Wook waktu kecil.

Menyedihkan memang, bagaimana mainan itu bisa membuat Gun Wook merasa cemburu. Jadi ingat kata2 Ji Hoo : Dia berhutang padaku, si brengsek itu merusak robotku, kau tidak tahu bagaimana perasaan anak lelaki dengan mainan-nya.

So, mainan kedua pria ini berikutnya adalah Moon Jae in.

Jae in mencoba saran Gun Wook dan benar saja, Hong Tae Sung ada di sana. Tae sung mengetahui taktik Jae in dan mengikuti Jae in. Jae in terus pindah sampai ke treadmill. Ternyata Tae sung tidak mengikutinya, ini membuat Jae in mencari Tae sung dan tidak waspada, lalu jatuh dari treadmill. Kakinya terkilir. Tae sung mengantar Jae in ke UGD.

Di UGD, awalnya Tae sung tidak mau antri dan teriak-teriak minta Jae in segera ditolong oleh dokter. Dokter datang dan menegurnya, ada pasien yang lebih parah dan perlu ketenangan. Baru Tae sung bisa menerima dan mengikuti prosedur. (kalo lihat no. antrian kok ingetnya Mr. Bean ya..yg melakukan apa saja untuk dapat segera ditangani). Apa anda penjaminnya? tanya Dokter dan Tae sung yang belum pernah disebut seperti itu jadi sedikit sumringah haha bahasa apa itu, dia senang sekali dan mengiyakan dokter lalu antri.

Gun Wook bertemu informan-nya di sebuah cafe elit. Gun Wook mendapat informasi tentang investasi rahasia Hong Tae Kyun. Lalu Gun wook menyadari Tuan Kang datang dan ia langsung berpisah dengan informan itu.

Gun wook keluar dan pura2 tanpa sengaja bertemu Tuan Kang yang menyapanya dan minta maaf karena menggunakan mobil Gun Wook kelamaan. Gun Wook berkata tidak masalah dan sekali lagi menekankan kesan baik pada Tuan Kang (yaitu dia murah hati dan kaya karena tidak terlalu butuh mobil mewah itu, karena ia punya lebih dari itu, so manager investasi hati2 dengan tipe Gun Wook ini hahaha..hati2 dengan kesan dan juga rumor) Gun Wook dan Tuan Kang janji untuk bertemu lagi.

Tae sung mengurus administrasi dan membayar obat untuk Jae in, mungkin ini kali pertama Tae sung melakukan itu untuk seseorang. Setelah itu mengantar Jae in pulang. Tapi Jae in menolak diantar ke rumahnya, ia turun di jalan. Jae in hampir jatuh lagi dan membuat Tae Sung meraihnya. Tae sung mendekat dan mencium Jae in.

Tae Sung pulang dan merasa senang dan grogi seperti anak remaja dengan ciuman pertama mereka haha..Tae Sung mengirim sms mengingatkan Jae in untuk minum obatnya.

Gun Wook pulang dan merasa penat. Sedikit bete. Apalagi ketika Jae in telp dan mengucapkan terima kasih atas keanggotaan fitness club itu, Jae in berkata ia terkilir. Reaksi Gun Wook pertama kali adalah cemas, tapi Jae In berkata Tae Sung merawatnya dengan baik sekali. Gun Wook berkata dengan pendek, ya aku yakin pasti seperti itu. Dia tidak akan melupakan wanita pertama yang mengurusnya. Bagus juga kalau kau terluka. Kata2 Gun Wook sedikit menyentil tapi Jae in tidak terlalu mengerti apa maksudnya.

Gun Wook menyiapkan strategi lainnya untuk akhir pekan ini dan minta rekannya mengirim dokumen untuk Hong Tae Kyun (putra tertua Tuan Hong) dan juga menempelkan foto Tuan Kang di dindingnya.

Akhir pekan di kediaman Keluarga Hong. Semua berkumpul dan Hong Tae Kyun juga ada, Ny Shin terlihat sangat menyayangi anak pertama-nya itu, obviously. Membuat Tae sung terlihat sedikit cemburu. Gun Wook datang karena diundang Mo ne. Ny. Shin tidak suka, dan berkata tidak pantas kalau asisten Tae Sung juga datang. Mo Ne bangkit dan berkata kalau Gun Wook pacarnya. Tuan Hong juga berkata dia mempekerjakan Gun Wook di perusahaan, Mo Ne senang sekali tapi Ny. Shin tidak. Tuan Hong membela, bukan karena dia pacar Mo Ne, tapi karena dia punya kemampuan.

Tae Kyun juga tidak suka kalau Mo Ne dengan sembarang orang. Tae Sung kesal, mengapa memangnya, apa istimewanya Mo Ne? dia adikmu, aku juga, aku heran kenapa dengan kalian, apa karena garis keturunan yang membingungkan?

Ini memicu kekesalan Ny. Shin dan ia meledak, Tae Sung ketawa, aku pasti sudah menyinggung saraf sensitif kalian. Tuan Hong mencoba menenangkan tapi Ny. Shin mengabaikan suaminya dan berkata, “Inilah bagaimana kau membuat pacarmu mati!” Ada dua orang yang terluka dengan kata2 Ny. shin. Tae sung dan Gun Wook.

Ny Shin : Kau tidak bisa menjaga pacarmu, kau mengabaikannya dan membuatnya bunuh diri karena kau terlalu memberi harapan padanya!
Tae sung : Jangan menyinggung nama Sun Young

Ny. Shin teriak : Bagaimana kau akan menanggung hukumanmu atas itu? Apa kau punya hak untuk bicara seperti ini?
Tae sung teriak balik: Yah, dia mati karena aku. Puas? lalu pergi keluar.

Gun Wook diam saja mendengar semua ini tapi matanya berkaca-kaca, Gun Wook mencoba mengalihkan pandangan agar tidak menangis dan Tae Ra memperhatikannya, ia heran dengan reaksi Gun Wook. Gun Wook juga keluar.

Saat hampir keluar ada kiriman datang untuk Tuan Hong. Tuan Hong membukanya dan bingung, apa ini, laporan Anti Bio? Tae Kyun kaget dan langsung mengambil dokumen itu sambil berkata bukan apa-apa. Gun Wook mengamati dengan puas.

Di halaman, Gun Wook main dengan So Dam dan juga Mo ne. Tae Ra keluar. Mo Ne masuk ke dalam. Gun Wook mendekati Tae Ra. Memuji kecantikan So Dam, cantik seperti ibunya. Tae Ra menekankan bahwa yang terjadi di galeri adalah kesalahan.

Gun Wook menahan tangan Tae Ra dan dengan lihai menunjukkan wajah terluka dan ingin Tae Ra memberikan penjelasan bagaimana perasaan Tae Ra yang sebenarnya. Tae Ra : Kau benar2 kejam.

Gun Wook melepaskan tangan Tae Ra dan pergi, sambil menoleh ke belakang sejenak. Pertunjukan yang hebat Gun Wook, dan Tae Ra merasa tidak karuan hahaha…

Kepala Pelayan itu melihat mereka.

Mo Ne muncul dengan harmonika, hadiah dari Gun Wook. Mo Ne terlihat sangat senang. Tae Ra tanya, apa kau begitu menyukainya? Mo Ne mengangguk, ya.

Gun wook melihat Moon Won In sedang mengamati anak laki yang ditaksirnya. Gun wook mengejutkannya dari belakang dan menggodanya karena mengamati anak laki. Gun wook menawarkan bantuan pada Won In (lucu dua orang ini, memberi angin segar dalam Bad Guy.)

Ponsel Gun wook bunyi dan ia mengangkatnya. Won In heran, wow..kau mengangkatnya! Gun Wook mendengar pesan, dari penjaga apartemen Tae Sung. Tae Sung mabuk dan minta Gun Wook menjemputnya. Ekspresi Gun Wook berubah, dan ia kesal. Gun Wook menelepon Jae in dan minta Jae In menjemput Tae Sung. Won In merasa ia kenal dengan suara wanita di telp itu.

Gun Wook berkata Tae Sung mabuk dan ini adalah kesempatan bagus untuk mendekatinya. Jae in tidak terlalu suka mendengar nada suara Gun Wook. Setelah itu Gun wook menutup telp. Won In menerima tawaran nasihat Gun Wook dan inilah nasihat kencan Gun Wook #1 : Buatlah dia mencintaimu, jangan mencintainya lebih dulu. (bisa jadi key word ini, Gun Wook dating tips hahaha)

Jae in sampai di apartemen lama Tae sung dan Sun Young. Jae in dibantu petugas keamanan membawa Tae Sung masuk mobilnya, baru akan pergi, kedua detektif mengetuk pintu kaca mobil Jae in. Tae Sung janjian dengan mereka disini tapi sepertinya kondisinya tidak mungkin karena Tae sung mabuk berat.

Jae in ingat dan berkata pada kedua polisi itu, malam itu saat ada kejadian bunuh diri, ia lewat sekitar sini, sekitar jam 2 pagi, dia melihat seorang pria yang bertubuh tinggi mengenakan baju hitam dan Jae in merasa ia aneh. Kedua detektif merasa ini menarik karena ini sesuai dengan saksi yang berkata ia melihat seorang pria bertengkar dengan Sun young.

Jae in mengaku ia tidak melihat wajahnya hanya ia sempat melihat ada luka di punggung pria itu.

 
Leave a comment

Posted by on May 12, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: