RSS

Sinopsis Bad Guy Episode 7

12 May

Jae In sudah sampai Korea dia membawa oleh2 untuk Ny. Shin dan juga adiknya. Tapi Won In mengeluh karena hadiahnya cuma gantungan kunci (hadiah wajib kalo pergi ke LN haha..) sedangkan untuk boss-nya, Jae In beli yang lebih bagus. Won In tanya tentang topeng kaca, apa kakaknya membawanya ? Jae In berkata aku tidak membawanya, orang lain yang akan membawakannya.

Gun Wook mengirim sms ke Jae In kalau ia sudah kembali ke Seoul. Jae in langsung mengirim sms balasan ke Gun Wook untuk memastikan apa dia pulang bersama Tae Sung, walaupun tidak tanya langsung : Selamat datang, apa kau datang sendirian?. Gun Wook langsung mengerti what behind the line-nya hahaha dia balas: Tidak. Dua. Jae in langsung lega. Dia bahkan menata rambut di salon.

Gun Wook dan Tae Sung tiba di Incheon Airport dan ia tanya pada Tae Sung mau kemana. Tae Sung justru ingin langsung ke kantor polisi. Gun Wook terlihat risau.

Jae In menemui Ny. Shin dan mengaku kalau topeng kaca tidak di tangannya. Ny. Shin yang tidak terkesan dengan oleh2 Jae In sedikitpun langsung terlihat kesal, aku mengirim kau ke Jepang karena percaya kau akan membawanya padaku. Jae In mencoba bersikap tenang dan meyakinkan Bossnya kalau Ny. Shin pasti akan bisa memamerkan topeng kaca itu. (Mata Ny. Shin ini mirip mata mami gua…hahaha tp karakternya ngga, peace Mom)

Gun Wook dan tuan muda Hong sampai di kantor polisi. Gun Wook menunggu diluar, Tae Sung masuk. Setelah Gun wook sendirian, dia langsung telp informan-nya dan tanya hasil penyelidikan yang ia minta (Gun Wook ini kayanya banyak uang deh hahaha, brp dia bayar informan2 itu coba), lalu detektif Gwak dan Lee datang. Detektif Lee minta Gun Wook memindahkan mobilnya. Ketika dua detektif itu masuk, Gun Wook menangkap pembicaraan mereka, mengenai Sun Young. Gun Wook langsung waspada dan ikut masuk ke dalam untuk cari info.

Di kantor polisi, Tae Sung tanya bukankah Sun Young bunuh diri? Detektif Gwak membenarkan dan berkata ada saksi lain. Gun WOok masuk dan detektif itu heran, Tae Sung langsung mengenalkan Gun Wook sebagai asisten pribadinya. Tae Sung tanya lagi, “Saksi baru?”

Detektif Gwak membenarkan, saksi itu melihat ada orang yang bertengar dengan Choi Sun Young di depan apartemen-mu. Orang itu pernah diadopsi oleh Haeshin sebelum Anda. Tae Sung heran, bagaimana Sun Young bisa kenal dengan pria itu.

Detektif Gwak menjawab, karena mereka satu panti asuhan. Detektif itu tanya, apa Tuan tidak tahu tentang anak laki-laki yang diadopsi keluarga Tuan? identitas atau alamatnya? Atau ada informasi lain? Tae sung terlihat kesal, apa kalian yakin Sun Young bertemu si brengsek itu? Tae sung berkata ia tidak pernah mendengar apapun tentang ini. Tae Sung melanjutkan, Sun Young pernah berkata menyukai nama Hong Tae Sung. Gun Wook mengikuti semua tanya jawab dengan waspada.

hehehe..kok rambutnya mirip ya..sengaja..? aku kurang kerjaan🙂


Gun Wook ingat saat Sun Young masih hidup dan sedang menyiapkan masakan untuknya. Sun Young bercerita tentang Hong Tae Sung dan ia tanya apa yang dilakukan Gun Wook. Gun Wook terbenam dalam kegiatan-nya memeriksa dokumen Haeshin Grup dan ia minta maaf tidak dengar apa pertanyaan Sun Young.

Sun young ingin tahu berkas2 di meja Gun Wook tapi dia mengalihkan perhatian dengan mengajak makan, ayo makan, sudah lama aku tidak makan masakanmu. Saat Gun Wook makan, Sun Young terpaku dengan satu foto, orang ini adalah pria yang kutemui. Gun Wook terkejut.

Pria yang dulu pernah melihat Sun Young bertengkar diborgol dan duduk di dekat mereka. Detektif Gwak komen, kau ini pelanggan tetap ya (tp terlalu kebetulan, penulis skenarionya dah pusing ya bagaimana caranya org ini bisa ketemu Gun Wook lagi haha..kan bisa saja dibuat tiba2 mobil Gun Wook nyerempet dia kek,). Tae sung akan pergi dan ia tiba2 ingat, kenapa kalian tidak memeriksa diary Sun Young?

Kedua detektif heran, mereka tidak menemukan diary. Tae Sung yang ganti heran, Sun Young selalu membawa diary itu kemanapun ia pergi, aneh. Lalu keduanya pergi. Gun wook semakin tidak tenang. Pria itu mengamati Gun Wook dan ia merasakan seperti pernah lihat.

Tae sung mengingat saat pertama kali ia dibawa ke rumah keluarga Hong, memang ada anak lain yang menjawab panggilan ayahnya. Tae sung menirukan panggilan ayahnya : Tae Sung! Gun Wook yang sedang menyetir spontan merespon, ya? dia terperanjat sendiri, hampir saja. Tapi Tae sung tidak sadar (why Tae sung..padahal sedikit lagi arrgh..aku pengennya Tae sung langsung tahu, biar semakin seru.). Tae Sung bergumam, temukan pria yang bernama Hong Tae Sung..kenapa kau tidak menjawab?

Gun Wook masih sedikit kaget dan ia menjawab, saya mengerti. Tae sung melanjutkan seingatku anak itu menjijikkan (hei!) kenapa Sun Young menyukainya? Apa yang terjadi? Gun Wook menahan kemarahan di hatinya.

Baby Mone dan Taera ada di butik menunggu ibunya, Mone masih membujuk agar kakaknya mengirimnya ke Jepang. Tae Ra meyakinkan Mo Ne kalau Gun Wook itu tidak menyukainya dan hanya memanfaatkan Mo Ne saja. Tapi Mo ne tidak peduli as long as she likes him..

Ny. Shin masuk dan menyeleksi baju yang dibawa pekerja butik. Ada satu yang tidak disukainya. Ternyata baju itu adalah hadiah untuk pelanggan butik (hmm gini ya kalo miliuner belanja..) Ny. Shin minta dibungkus terpisah. Tae Ra heran mau buat apa, toh tidak akan dipakai ibunya. Ny. shin berkata akan ada orang yang menyukai baju ini, yang akan sangat berterima kasih.

Jae in berkata pada pemilik apartemen, ia sudah transfer uang sewa 2 bulan dan minta maaf karena terlambat membayar, Jae in memeriksa rekeningnya via e-banking dan mendesah melihat saldonya (hahaha…so natural). Ny. Shin datang dan memberikan baju yang bukan seleranya itu pada Jae In (Ha!) Ny. Shin memberikan baju itu beserta kata2 sindiran, walaupun Jae in tidak berhasil membawa topeng kaca dan juga ia tidak terlalu menyukai Jae In. Jae in menerima dengan senang dan meyakinkan bossnya tentang topeng kaca itu. Jae in tampak puas dengan baju pemberian Ny. Shin. (lelucon sarkastis, Jae In yg ekonomi lemah harus membayar mahal untuk hadiahnya yang tidak digubris oleh Ny. Shin, sebaliknya, Ny. Shin golongan elit memberikan barang gratisan untuk Jae In yang diterima dengan sukacita karena harganya mahal.)


Tae Sung minta Gun Wook menyingkirkan semua barang2 Sun Young dan ia juga merasa lega karena ternyata kematian Sun Young bukan karena dirinya. Gun Wook dengan berat hati tanya apa benar harus membuang semuanya? apa tidak mau menyimpan satu saja untuk kenangan? Tae Sung kesal, itu bukan urusan Gun Wook, lakukan saja perintahku! Tae Sung pergi.

Tae Sung pergi ke rumah abu Sun Young.

Gun Wook mulai membereskan barang2 Sun Young dengan hati sakit. Gun Wook menemukan foto Sun Young dan Tae Sung dan ia ingat Sun Young memintanya berhenti membalas dendam karena ternyata Sun Young benar2 mencintai Tae sung.

Gun Wook meremas foto itu dan membuangnya ke tong sampah, cinta? Gun Wook tertunduk dengan sedih.


Tae Sung duduk di bawah dekat altar Sun Young dan menangis, dia merasa marah dan kesal, kalau kematianmu ada hubungannya dengan pria itu sedikit saja..aku tidak akan membiarkannya.

Ternyata Gun Wook tidak benar2 membuang barang2 Sun Young, dia menyimpannya dalam apartemennya dan berkata, Kak, maafkan aku. Aku tidak akan berhenti. Haeshin Grup..akan kubuat mereka tahu apa kesalahan yang sudah mereka lakukan. Dan setelah semuanya berakhir aku akan menerima hukumanku. Lihatlah aku, kak.

Jae In akan menukarkan baju Ny. Shin. tapi batal ketika ia tahu kalau Gun Wook akan ke rumah Hong Tae sung. Jae In ingin pakai baju bagus untuk ketemu Tae sung.

Kedua detektif berdiskusi, mereka bingung karena tidak menemukan diary Sun Young, kemana harus mencarinya. Justru detektif Gwak berkata pria tadi..Detektif Lee heran siapa? Hong Tae sung? Bukan kata seniornya, yang tadi bersamanya. Oh! Asisten itu! Putra konglomerat memang beda, mereka selalu punya orang2 seperti itu. Detektif Gwak berkata : Dia memiliki getaran yang aneh. Dia orang yang menarik. (kecurigaan tanpa dasar, hanya feeling saja Mr. Detective, jury tidak akan terkesan, kecuali Mr. Detective, anda tiba2 ingat pria yang naik motor waktu itu punya perawakan mirip, sigh…)

Gun Wook mengendarai motornya menuju rumah keluarga Hong, berhenti tepat di depan mobil Tuan Hong yang juga tiba. Supir Tuan Hong langsung marah, tapi Gun Wook dengan santai mengetuk kaca mobil. Tuan Hong keluar dan terkejut melihat Gun Wook lalu tersenyum senang dan menepuk2 lengan Gun Wook, Ayo masuk… Gun Wook menjawab, baik

Add Image

Gun Wook menyentuh dinding rumah keluarga Hong, dan teringat ketika ia diusir, akhirnya…Gun wook masuk ke rumah keluarga Hong!

Di dalam, kepala pelayan menyambut Tuan Hong. Gun Wook mengenalinya, dia wanita yang dulu mengasuhnya ketika kecil. Tuan Hong mengajak Gun Wook masuk dan tanya kapan kau kembali, kau tidak sendirian kan? Gun Wook membenarkan. Tuan Hong mengeluh, anak itu kapan dewasanya.

Keduanya duduk dan pelayan itu menyajikan teh, Gun wook memandangnya. Setelah itu Tuan Hong dan Gun Wook bercakap-cakap santai. Gun wook punya usul agar Tuan Hong memberi Tae Sung pekerjaan karena Tae sung cukup pintar dan cepat mengambil keputusan. Tuan Hong senang : Benarkah? Oh senang sekali mendengar pujian untuk putraku. Gun Wook hanya tersenyum tipis.

Ny. Shin masuk dengan Jae In yang mengenakan baju pemberian-nya. Gun Wook memberi salam. Ny. shin tidak suka melihat Gun Wook. Suaminya mengenalkan, dia pria yang sering dibicarakan Mo ne, Shim Gun Wook.

Ny. Shin tanpa tedeng aling2 berkata kalau ia ingin ketika Mo Ne datang Gun Wook sudah pergi. Apa kau mengerti maksudku? Jika Mo Ne datang dan kau disini, suasana pasti ribut dan aku tidak suka suasana ribut. Gun Wook berkata ia mengerti. Tuan Hong berkata pada Gun Wook, kau ini sensitif sekali, kalau begitu anggap saja kau tidak tahu apa-apa pada Tae sung. Jae in terus memandangi Gun Wook.

Setelah Gun Wook keluar ia berkata pada suaminya dia tidak suka Gun Wook dan dia bisa saja penipu. Gun Wook sepertinya mendengar kata2 Ny. Shin. Tuan Hong berkata, kita lihat saja nanti.

Jae in menyusul Gun Wook dan menanyakan Tae sung. Gun Wook menjawab dia tidak datang. Jae in sepertinya kecewa dan Ny. Shin memanggilnya, lalu Jae In masuk kedalam.

Gun Wook masuk ke gudang keluarga itu dan ia menemukan mainan lamanya. Gun Wook ingat ada kotak isi permen dan ternyata kotak itu masih ada. Gun Wook membukanya dan mengambil satu lalu memakannya, dia menangis, enak sekali…

Pelayan wanita itu masuk dan terkejut, ia ingat pernah menghibur Gun wook/ Tae sung kecil ketika sedih dan memberikan permen itu, Jangan bilang Ny. shin ya..dan Gun Wook kecil tersenyum.

Gun Wook segera menghapus air matanya dan berbalik. Pelayan itu tanya bagaimana anda tahu tentang itu? maksudnya permen. Gun Wook beralasan dia tertarik dengan kotak itu dan tanya dulu ada anak yang pernah tinggal di sini sebentar, Tuan Tae sung memintaku mencari tahu tentang dia, aku harus tanya pada siapa?

Pelayan itu heran mengapa Tuan muda ingin tahu tentang dia? Gun Wook berkata ia tidak tahu. Apa anda tahu sesuatu? Pelayan itu juga berkata ia tidak tahu. Gun wook lalu pergi. Wanita itu kelihatan curiga.

Ny. Shin merasa Gun Wook itu penipu. Jae in diam saja tapi dalam hati ia berkata dia (Gun Wook) bukan penipu. Jae In permisi pergi.

Jae In keluar dan merasa risau karena topeng kaca itu. Ternyata voila…Gun Wook masih ada di sana, duduk memainkan pemantik api di dekat motornya. Gun Wook mengajak Jae in pergi dengan motornya. Jae in menolak karena dia pakai rok, tapi Gun Wook cuek ia memberikan jasnya dan melemparkan helm ke Jae In (selalu punya helm cadangan ya), keduanya akhirnya pergi dengan motor.

Baby Mo Ne pulang dan kaget, ia mengenali motor Gun Wook, ia keluar dan teriak Kakak!!! tapi Gun Wook sudah melaju pergi. Jae In memeluk pinggang Gun Wook erat2 dan memberikan efek lumayan pada Gun Wook hahahaha….

Gun Wook mengantar Jae in pulang dan keduanya ngobrol di tangga dekat apartemen Jae in.

Gun Wook berkomentar kalau rumah keluarga Hong itu besar. Jae in membenarkan dan curhat kok bisa ada rumah sebesar itu, padahal dia untuk mendapat apartemen saja susah sekali. Bagaikan dunia lain. Gun Wook mengejek, dunia lain apa? Jae in : Hei apa rumahmu lebih bagus? Gun Wook berkata memang!. Jae in tertawa. (nah gitu..scene-nya jgn tegang terus hahaha)

Gun Wook berterima kasih karena Jae in pura2 tidak mengenalnya. Gun Wook juga menawarkan, apa mau kupertemukan dengan Hong Tae Sung? Jae in mengaku dia tidak terlalu mencemaskan Hong Tae Sung, yang jadi pikirannya adalah topeng kaca yang ada di tangan Hong Tae Sung. Aku sudah janji pada direktur Shin, topeng itu akan siap untuk pameran pertama gallery-nya.

Gun Wook mengusulkan agar minta langsung ke Tae Sung saja. Jae in tidak mau, Tae sung pasti akan mempermainkannya, dia ingin melawan ibunya dengan cara itu, jika kau adalah dia, apa kau akan memberikannya padaku? Gun Wook heran, wow..kau mengenal Tae sung dengan baik lebih dari kau mengenalku. Jae in lalu mengalihkan perhatiannya pada Gun wook, so, kalau begitu ayo kita bicara tentang kau, apa pekerjaan orang tuamu, apa kesukaanmu? Apa saja impianmu? Orang seperti apa kau ini? Pertanyaan2 Jae in membuat Gun Wook tertegun dan keduanya berpandangan. (“topeng kaca” Gun Wook mulai retak ..) Apa kau benar2 ingin tahu? tanya Gun Wook.

Gun Wook kembali mengenakan “topengnya” dan berkata fokus saja dengan tujuanmu, Hong Tae Sung. Jae in kesal kenapa Gun Wook selalu bicara seperti itu. Jae in pulang, Gun Wook tanya, lalu topeng kacanya? Jae in berhenti dan melepaskan jas Gun Wook, melemparkannya ke Gun Wook. Aku membutuhkan topeng kaca itu. Aku pergi! Jae in pergi.

Gun Wook mendesah, do you really want to know about..me??
Paginya, Tae sung pergi ke gedung Haeshin Grup bersama Gun Wook. Tae sung kesal karena keluarganya sudah tahu kalau dia pulang. Gun Wook hanya minta maaf.

Tae sung bertemu lagi dengan petugas keamanan yang dulu mengusirnya, ia menyindir mereka dan mereka minta maaf. Keduanya langsung masuk ke kantor Presdir Hong. Ada Ny. Shin dan juga Tae Ra. Jelas bukan pertemuan keluarga yang hangat. Tae Ra tanya kapan Tae Sung kembali? Tae sung menjawab sinis, biasanya juga tidak ada yang peduli.

Presdir Hong minta Tae sung bekerja untuk proyek Taman hiburan bertema robot, Robot Theme Park. Kau suka robot kan. Ny. Shin tidak setuju, jangan mempercayakan pekerjaan besar pada dia, dia hanya tahu menimbulkan masalah. Tae Ra menenangkan ibunya. Ny. shin terus saja merepet kaya petasan cabe dan dia melihat Gun Wook, dia mengusir Gun Wook. Gun Wook minta maaf dan keluar. Tae Sung menahannya, Ny.Shin berkeras minta Gun Wook keluar. Gun Wook akhirnya keluar.

Di luar, justru ia bertemu dengan sekretaris Tuan Hong yang pernah mendorongnya sampai luka. Gun Wook mendekatinya, Permisi, ada yang ingin kutanyakan.

Di dalam, Ny. Shin masih terus berdebat, pokoknya ia tidak setuju. Tae Sung berkata dia akan mulai bekerja dia bosan main-main.

Ny. Shin : Apa kau sudah gila?
Tae Sung : Kau senang kalau aku terlupakan kan?

Ayahnya memotong sudah, Tae Ra mengurus department store dan Tae Sung mengurus pabrik. (Anak tertua mana..)

Gun Wook menemui sekretaris Presdir Hong dan tanya mengenai anak yang salah diadopsi oleh keluarga Hong itu, dia curiga, mengapa tiba2 tanya. Gun Wook sekali lagi pakai alasan kalau Tae sung yang menyuruhnya. Sekretaris itu berkata dia akan mengontak Gun Wook kalau sudah ada infonya. Gun Wook mengucapkan terima kasih.

Sebaliknya dia tanya apa kau benar Shim Gun Wook? Mengapa tidak ada catatan apapun. Gun Wook menjawab, bukankah sebagai asisten pribadi memang harus bersih latar belakangnya? Ini karena ada hubungannya dengan Mo Ne kata sekretaris itu. Gun Wook mengerti, lalu apa yang ingin kau ketahui? Tapi sekretaris Tuan Hong tidak menjawab.

Tae sung keluar dan minta kunci mobil, lalu pergi meninggalkan Gun Wook sendiri.

Gun Wook ingin turun dan Tae Ra juga. Keduanya berdiri berdampingan dalam diam. Tegang. Lift akhirnya terbuka, keduanya masuk dan ternyata hanya sendirian. Tiba2 Gun wook menarik Tae Ra dan memeluknya, keduanya berciuman, pretty hot, dan tidak pada tempatnya tapi ternyata itu cuma imajinasi Tae Ra. Tae Ra sendiri heran apa yang terjadi dengannya.

Tae Ra gugup sampai scarfnya jatuh, Tae Ra mengambilnya, pada saat bersamaan Gun Wook juga membungkuk mengambil scarf itu, tangan mereka bersentuhan. Pintu lift terbuka dan karyawan masuk sehingga mereka terdesak ke barisan paling belakang. Keduanya masih saling menggenggam scarf itu. Tae Ra menarik scarfnya tapi Gun wook menahannya (what is your point here boy?) Scarft itu akhirnya jatuh.

Tae Ra membalikkan wajahnya menjauhi Gun wook, Gun Wook meraih tangan Tae Ra dan memaksa menggenggamnya.

(it’s much more like sexual harassment in my eyes, I’m not impressed bad boy sorry, what’s the point?) Setelah lift terbuka di lantai satu, semua karyawan keluar dan juga Gun wook, meninggalkan Tae Ra sendirian di lift. Marah, kesal, dan campur aduk.


Jae in menelepon Gun Wook dan tanya tentang topeng kaca itu. Gun Wook hanya berkata kalau Tae sung ada di Haeshin Grup. Jae In langsung ke Haeshin dengan baju pemberian Ny. Shin lagi. Sampai di kantor Haeshin, Gun wook dengan santai mengajak Jae in makan dan berkata Tae sung baru saja pergi.

Jae in mengeluh, Gun Wook berkata dia punya kehendak sendiri, apa aku harus minta dia menunggu. Gun Wook berkata kalau topeng itu begitu penting seharusnya kau berusaha keras untuk mendapatkannya, atau mencurinya (what?). iya kan? Jae in berkata ia mengharapkan Tae sung membawanya ke Korea. Ini membuat aku pusing. Jae In marah. Ah tidak ada gunanya bicara denganmu.

Jae in masuk ke toilet dan ganti baju lagi, Gun wook meneleponnya lagi, dia menunggu Jae in di tempat parkir. Jae in biarpun malas, datang juga dan ternyata Tae sung muncul. Gun Wook mengatur pertemuan ini.

Kebetulan, Jae in senang sekali. Keduanya duduk di cafe dan Jae in mencoba membujuk Tae sung untuk menyerahkan topeng kaca itu. Tae Sung menolaknya. JAe in menawarkan untuk membelinya, Tae sung menolak, aku punya banyak uang. Sebaliknya Tae Sung mengajak Jae in kencan. Jae in kaget. Tae sung berkata ia cuma bercanda. Jae in akhirnya hanya menyerahkan kartu namanya dan pergi. Tiba2 Tae Sung berkata, tunggu, aku akan memberikannya. Jae in tersenyum, kau janji? Aku tunggu terima kasih banyak lalu Jae in pergi.

Baby Mo Ne mendengar kalau Tae Sung sudah pulang dan ia menelepon Gun Wook karena pasti Gun Wook juga sudah sampai di Korea. Gun wook untuk kesekian kalinya mengabaikan telp dari Mo Ne lagi. Mo Ne kecewa.

Jae in akhirnya berhasil menguangkan kembali baju pemberian Ny. Shin walaupun pegawai butik curiga tapi ia dapat ceknya hahaha..boleh juga. Justru dari pegawai butik itu Jae in tahu kalau baju itu hadiah alias gratisan.

Gun Wook melihat Won In beli es krim dan ia minta juga. Won In kagum, wah kau sudah bisa dapat uang. Gun wook dengan santai menjawab iya aku dapat uang hari ini. Gun Wook memberikan oleh2 gantungan kunci pada Won In. Won In heran dan geli, kok mirip dengan pemberian kakaknya dan mengeluarkan gantungan kunci yang mirip dari kantongnya, kalian ini benar2 mempunyai selera sama ya.

enak banget lihatnya…

Gun Wook heran dari mana kau dapat ini? Won in tidak menjawab hanya mulai tanya2 tentang Gun Wook. Gun wook menghela nafas, kenapa banyak yang ingin tahu tentang aku? dia membelai kepala Won in dan pamit pergi.

Gun Wook menerima sms dari Jae in : Aku sudah bertemu Hong Tae Sung dan dia janji akan memberikan topeng kaca padaku. Kalau kau main2 lagi, mati kau! Gun Wook tertawa membacanya, mobil Jae in melewati Gun Wook tanpa saling menyadari.

Tae Sung mencoba topeng kaca itu.

Di gallery, Jae in menerima kiriman dari Hong Tae Sung. Jae in senang, ini topeng kaca itu. Jae in memberikan kotak itu pada Ny. shin. Ny. Shin menanyakan topeng kaca dan Jae in berkata ada dalam kotak yang dibawanya. Jae in keluar dan Ny. shin membuka kotak itu, raut wajahnya langsung berubah.

Gun Wook dan Tae Sung tiba di DIDIN Art Gallery. Gun Wook menyarankan agar Tae sung pergi kerja, Tae Sung menolaknya dan ia berkata aku penasaran bagaimana setelah ia membukanya. Gun Wook menyerahkan bungkusan pada Tae sung.


Ny. Shin memanggil Jae In dan langsung melemparkan foto2 : Ini Apa?? Ny. shin marah sekali, ternyata itu foto Tae sung dengan topeng kaca plus tampang konyol. (this, I’m impressed haha it’s hilarious, I love Hong Tae Sung). Ny. Shin kecewa, bagaimana kau bisa kehilangan topeng kaca dari bocah yang tidak tahu seni. Jae In terkesiap, Tae sung masuk dengan santai, Nyonya tolong kendalikan emosimu dengan tersenyum penuh kemenangan, topeng kaca itu di tangannya!

childish and hilarious and captivated my heart

see…? I like him now hahaha

Tae sung berkata topeng ini milikku, aku akan melakukan apa saja dengan ini. Ny. Shin meledak, milikmu? Memangnya apa yang kau miliki? Sejak awal, apa kau punya sesuatu yang benar2 menjadi milikmu? Apapun yang kau miliki, kau selalu menghancurkan, merusak, menghilangkannya. Kau berkata itu milikmu? Apa kau mau merusakkannya juga, hancurkan saja!

Tae Sung tersinggung, dia tersenyum sinis, baik, aku akan melakukannya. Tae Sung : Apapun yang kumiliki sekali ada di tanganku, aku akan menghancurkannya. Topeng ini juga bukan apa-apa. Akan kulakukan! dan benar saja, Tae sung melemparkan topeng itu ke dinding sampai hancur berkeping-keping.

Jae in shock dan Gun Wook mendengar keributan itu dari luar pintu.

Jae in memarahi Tae sung bahkan coba menamparnya tapi tangannya berhasil ditahan Tae Sung, Jae in tidak terima hasil karya Ryu Sensei dihancurkan begitu saja.

Ny. Shin mendekati Jae in, Moon Jae In! Jae in menoleh dan Plakk!! Ny. Shin langsung menamparnya, beraninya kau ikut campur! Beraninya kau menampar wajah putraku? Orang seperti kau! Bahkan melakukannya di depanku! Topeng seperti itu kami bisa menghancurkannya 10 buah, kami bisa membelinya. Hanya hal kecil ini dan kau mengganggu putraku? Siapa kau? Keluar! (wow it’s pretty shocking)

Jae in terpukul sekali dan Gun Wook cemas, Jae in keluar dan cepat2 pergi. Gun Wook menyusulnya, Jae in…Jae in meninggalkan Gun Wook.

Di dalam ruangan, Tae sung komen, mengesankan sekali. Kau seperti ibu sungguhan, apa tadi itu benar? Ny Shin dengan dingin berkata jangan salah paham aku ingin dia tahu agar tidak berani lancang dengan Haeshin Grup. Jangan meremehkan aku, Kau juga berhenti mempermalukan grup kita.

Tae Sung menutupi kekecewaan hatinya dan berkata kau seharusnya tidak mengatakan apapun, aku hampir berpikir kau tadi benar2 mencintaiku, aku hampir saja berterima kasih, lalu ia pergi.

Tae Sung menuju mobil dan menangis.

Sementara itu Jae in sangat terpukul setelah ditampar Ny. Shin, Gun Wook mengikutinya dan menariknya dia berkata, aku akan pura2 sebagai Hong Tae Sung untukmu, kau bisa marah padaku. Jae in menangis dan dengan perasaan malas dia mulai bicara,

Jae In : Hong Tae Sung, apa kau pikir aku melepaskan topeng kaca untuk ini? Sejak aku mulai pekerjaan ini, ini kali pertama aku melepaskan benda seni. Aku melakukannya karena kau. Dan kau kembali. Ketika kau kembali, aku ingin mencoba akrab denganmu. Tapi apa ini? Topeng itu pecah. Kepercayaan Ny. Shin juga hancur. Dan sekali lagi aku tahu apa yang terjadi jika aku mendekati pria seperti dirimu. (maksudnya pria kaya keturunan keluarga konglomerat)

Gun Wook memegang wajah Jae in, dan dia juga ikut menangis. Dia mendekat ke arah Jae in. Tae sung melihat keduanya di jalan dan berhenti, saat ia melihat, Gun Wook sedang mencium Jae in…


 
Leave a comment

Posted by on May 12, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: