RSS

Lady Di’ — DIANA SPENCER

29 Apr

Kehidupan awal

 

Diana Frances Spencer merupakan anak kedua dari Edward John Spencer, yang kemudian menjadi Earl Spencer ke-8, dan istri pertamanya, Frances Spencer, Viscountess Althorp. Diana dilahirkan di Park House, Sandringham, di Norfolk, Inggris, dan dibaptiskan di Gereja Santa Maria Magdalena oleh Pendeta Percy Herbert.



Diana mempunyai latar belakang keluarga kerajaan dan bangsawan. Di sebelah ibunya, Diana mempunyai darah orang Amerika. Moyang Diana merupakan seorang wanita dari keluarga berada dari Amerika, Frances Works. Di sebelah ayahnya, Diana merupakan keturunan langsung Raja Charles II melalui dua anak laki-laki di luar nikah dan meneruskan Raja James II melalui seorang anak perempuannya yang luar nikah. Menurut penyusun biografi Diana, Lady Colin Campbell, moyang kepada moyang Diana, Eliza Kewark (beberapa sumber mengeja nama Kewark sebagai “Kevork” atau “Kevorkian”) berasal dari Bombay, India dan kemungkinan keturunan orang India, walaupun keluarga Diana sering mengatakan yang keluarga “Kevork/Kewark” adalah dari Armenia.

Setelah perceraian ibu ayahnya, Diana telah dijaga oleh ayahnya. Dengan kematiannya di sebelah ayah, Albert Spencer pada 1975, Ayah Diana menjadi Earl Spencer ke-8 dan Diana diberi gelar Lady Diana Spencer dan berpindah rumah ketika ia masih menjadi anak-anak di Park House ke rumah keluarga besar mereka di Althorp. Setahun kemudian, ayahnya menikah dengan Raine, Countess Dartmouth, anak perempuan novelis romantis, Barbara Cartland.

Pendidikan


Diana menerima pendidikannya di Riddlesworth Hall di Norfolk dan di West Heath Girls’ School, di Sevenoaks, Kent, di mana beliau dianggap sebagai seorang pelajar berprestasi rendah. Diana juga telah gagal dalam pemeriksaan O-levelnya. Pada 1977, sewaktu berusia 16 tahun, Diana meninggalkan sekolah West Heath untuk menuntut di Institut Alpin Videmanette di Switzerland, sebuah sekolah yang menitikberatkan pendidikan budaya dan menyediakan pelajar-pelajarnya untuk aktivitas-aktivitas sosial. Di situ juga, Diana telah berkenalan dengan calon suaminya yang pada masa itu sedang berpacaran dengan kakaknya, Lady Sarah.


Walaupun Diana tidak cemerlang dalam pelajarannya, beliau lebih bagus dalam bidang olahraga dan juga merupakan seorang penyanyi amatir yang baik.

Keluarga kerajaan


Di sisi ayahnya, ia adalah keturunan dari Raja Charles II dari Inggris melalui empat anak laki-laki tidak sah:

  • Henry Fitzroy, 1st Duke of Grafton, putra oleh Barbara Villiers, 1st Duchess of Cleveland.
  • Charles Lennox, 1st Duke of Richmond dan Lennox, putra oleh Louise de Kérouaille.
  • Charles Beauclerk, 1st Duke of St Albans, putra oleh Nell Gwyn.
  • James Crofts-Scott, 1st Duke of Monmouth, pemimpin sebuah pemberontakan terkenal, putra oleh Lucy Walter
Dia juga seorang keturunan Raja James II dari Inggris melalui putrinya tidak sah, Henrietta FitzJames, oleh majikannya Arabella Churchill. Pada sisi ibunya, Diana Irlandia dan Skotlandia, serta sebagai ahli waris keturunan Amerika Frances Kerja, ibunya nenek dan senama, dari siapa harta yang cukup Roche diturunkan.
Spencer telah dekat dengan Keluarga Kerajaan Inggris selama berabad-abad, meningkat dalam mendukung kerajaan selama tahun 1600-an. Nenek Diana, Ruth, Lady Fermoy, adalah seorang teman lama dan seorang wanita-dalam-menunggu untuk Ratu Elizabeth The Queen Mother. Ayahnya menjabat sebagai equerry kepada Raja George VI dan untuk Ratu Elizabeth II.

Pernikahan dengan pangeran charles

Sehari sebelum pertunangannya diumumkan tanggal 24 Februari 1981 (Diana ditemani ibunya membeli pakaian pertunangan di Harrods, milik ayah Dodi), Diana meninggalkan apartemen yang ditinggali bersama teman-temannya. Itulah malam kebebasan Diana yang terakhir. Berbekal keyakinan bahwa calon suaminya akan mendukungnya dalam menghadapi kungkungan istana dan kekejaman pers Inggris, pada 29 Juli 1981 Diana melangkahkan kaki bersama Pangeran Charles ke altar Katedral St. Paul, London, guna mengucap janji setia. Beratus juta pasang mata menyaksikan perkawinan agung ini lewat televisi. Bak Cinderella dari negeri dongeng, begitulah kiasan untuk Lady Diana Spencer yang mendapat gelar Princess of Wales. Semua tampak begitu sempurna.

1981-Prince-and-Princess-of
                                         princess-diana-dress11
 

pada kenyataannya, tak seperti di negeri dongeng yang biasanya diakhiri kalimat “and they lived happily ever after—dan mereka hidup bahagia bersama selamanya”, perkawinan Charles dan Diana justru berakhir tak membahagiakan.

Perselingkuhan, cinta lama yang kembali menyala, tekanan media dan keluarga kerajaan yang kaku pada Diana membuatnya menderita. Hingga akhirnya Diana meninggal secara tragis pada suatu Sabtu naas 30 Agustus 1997 bersama kekasihnya Dodi Al Fayed.

princess-diana-2   
Diana tulus mencintai Charles. (dok.People)

Dalam bukunya Diana: Her True Story (1992), Andrew Morton menulis, “Tahukah dia (Diana — red.) kelak bahwa dia benar-benar jatuh cinta kepada “pribadi” atau kepada “kedudukan”?” Sah saja kalau Morton, atau siapa pun, menyinggung hal itu. Dan Diana pun sah-sah saja melambung saat pangeran hatinya, Prince of Wales, menyatakan lamaran pada 6 Februari 1981 di Windsor Castle. Wanita mana yang tak bahagia dipersunting seorang pangeran, yang kelak akan menjadi raja di negerinya. Begitu banyak wanita — terutama wanita-wanita yang pernah dipacari Charles, termasuk Lady Sarah, kakak Diana — yang memimpikan hal itu.

Tapi kalau hanya memimpikan kedudukan tanpa punya cinta dan keinginan untuk merawat serta membahagiakan, tak mungkin Diana berani mengatakan “ya” saat Charles meminta jadi istrinya. Baru pacaran saja, Diana sudah harus berjuang menghindari kejaran pers, dibantu teman seapartemennya, Carolyn Bartholomew, dan neneknya, Lady Fermoy. Ia sampai harus mengecoh pers dengan berganti mobil (seperti yang dilakukannya di hari naas itu bersama Dodi). Pihak Buckingham Palace sama sekali tak menawarkan bantuan untuknya. Yang lebih menyakitkan, di depan Diana, Pangeran Charles malah menyatakan simpatinya pada Camilla Parker-Bowles, sahabat terdekatnya, yang dikuntit pers. Cinta yang besar membuat Diana menerima semua itu. Ia tak ingin mengeluh dan memusingkan Charles, yang menurutnya sudah kebanyakan beban, dengan persoalan “kecil”-nya.

prince-charles-camilla-younCinta Charles pada Camilla tak pernah padam. Charles dan Camilla saat muda. (dok.ist.)

Cinta kasih Diana pada Charles bahkan sudah ditunjukkan saat mereka belum berpacaran. Pada Juli 1980 di antara gundukan jerami di rumah Komandan Robert de Pass, teman Pangeran Philip, (pertemuan ini sudah diatur) Diana memberikan kata-kata hiburan yang amat mengesankan Charles atas kematian Earl Mountbatten, kakek angkat Charles.

Sejak itu hubungan dua insan yang usianya terpaut 12 tahun ini mulai berkembang. Charles mulai memandang Diana dengan persepsi baru. Bukan lagi sebagai gadis 16 tahun yang pemalu seperti ketika pertama dikenalnya November 1977 di sebuah padang di Althorp, Northamptonshire, saat ia berburu.

     

Siapa yang tahu bahwa sesungguhnya hati Diana berkecamuk. Ia menyimpan keraguan tentang cinta Charles padanya, berkaitan dengan persahabatan Charles yang terlalu erat dengan Camilla Parker-Bowles (Charles dan Camilla telah bersahabat sejak Diana berumur 6 tahun). Dua hari sebelum perkawinan Diana menemukan paket berupa kalung dengan liontin berinisial F dan G, Fred dan Gladys, nama kecil Charles dan Camila. Beberapa tahun kemudian, setelah perkawinan mereka retak, kecamuk Diana ini baru terungkap. ”Saat setengah jalan menuju altar gereja, saya ingin berbalik, tapi sudah terlalu terlambat,” aku Diana seperti yang dituturkan salah satu astrologer pribadi dan penasihatnya, Penny Thornton.

princess-dianaPerkawinan Charles dan Diana tak berakhir bahagia. (dok.People)

Hatinya baru sejuk setelah melihat wajah Charles di antara penutup wajahnya. Timbul keyakinan dalam dirinya, cinta Charles hanya untuknya, dan Camilla hanyalah bagian dari masa lalu.

Harapan tinggal harapan. Diana merasa hanya dicintai suaminya beberapa tahun setelah perkawinan. Bayang-bayang Camilla terus menghantui pikirannya (bagaimana tidak kalau Charles terus mengadakan kontak dengannya dan memakai barang-barang pemberian Camilla), yang pada gilirannya membuatnya depresi dan akhirnya menderita bulimia. Berat badannya turun drastis. Bahkan Diana pernah mencoba melukai diri sendiri dan bunuh diri. ”Bila Anda merasa tak seorang pun mendengarkan Anda, hal-hal seperti itu akan terjadi,” jelas Diana saat diwawancarai BBC November 1995.

 

 

Kehadiran William (21 Juni 1982) dan Harry (15 September 1984) tak membuat Charles melupakan Camilla dan lebih mencurahkan perhatian untuk Diana. Charles makin sering pergi bersama Camilla, memuaskan hobi-hobinya yang tak bisa diimbangi Diana, seperti berburu. Bersamaan dengan itu popularitas Diana mencuat, melebihi Charles dan anggota kerajaan lain.

 

Sikap Diana yang simpatik, kesederhanaannya, dan kegiatan-kegiatan kemanusiaannya, menumbuhkan simpati di hati rakyat, bukan cuma Inggris, tapi dunia. Tak heran begitu berita keretakan yang pada akhirnya menuju perpisahan (9 Desember 1992) dan perceraian resmi (28 Agustus 1996) menggema, lebih banyak simpati ditujukan padanya (57 persen untuk Diana, 12 persen untuk Charles; menurut jajak pendapat yang dilakukan Daily Express).

William pun seakan berpihak pada ibunya. ”Kami tahu Ayah membuatmu tak bahagia,” katanya suatu kali. Hubungan asmaranya dengan beberapa pria, seperti James Gilbey, James Hewitt, dan terakhir Dodi Al Fayed, yang diekspos media, tak meruntuhkan imejnya sebagai Putri yang anggun, ibu yang baik, dan duta dunia yang menebar kasih sayang untuk orang-orang menderita. Kebanyakan orang menuding perselingkuhan Charles dengan Camilla (sejak sekitar 1986) membuat Diana jatuh bangun mencari kasih sayang dari pria lain.

Kematian

Pada 31 Agustus 1997 Diana meninggal dunia karena kecelakaan mobil yang dikemudikan di jalan terowong Pont de l’Alma di Paris bersama-sama dengan Dodi Al-Fayed dan sopir Henri Paul [3].

Mobil Mercedes-Benz W140 (no pendaftaran 688 LTV75) dikemudikan oleh sopir keselamatan Hôtel Ritz Paris, Henri Paul mengemudi dengan kecepatan tinggi untuk menghindari kejaran para fotografer paparazzi. Analisis darah menunjukkan Henri Paul telah minum alkohol 3 kali lebih dan mengurangi kestabilan sewaktu menyupir. Tetapi teori konspirasi menyatakan sampel darah itu milik orang lain karena biasanya sopir keselamatan dan profesional tidak minum pada malam Diana berada. Henri Paul berhasil melintasi 13 tiang terowong tetapi gagal mengawal mobil selepas itu. Soalnya mengapa di dalam terowong. Terowongan dua tiang itu dibuat tanpa pagar logam. Semua yang berada dalam mobil tidak memakai sabuk pengaman. Anehnya pengawal pribadi Fayed yang bernama Trevor Rees-Jones selamat. Dodi Fayed dan Diana duduk di tempat duduk belakang. Pendarahan dalam berlaku sehingga Dodi dan Henri mati di tempat kejadian, sedangkan dalam 2 jam setelah dioperasi di rumah sakit, Diana meninggal sekitar jam 4 pagi. Kecelakaan terjadi sekitar jam 1 pagi. Pemakaman diadakan pada 6 September 1997 dan disiarkan secara langsung ke seluruh dunia, ditonton lebih 1,5 miliar penonton di seluruh dunia.

Alasan kematian Diana, berbagai teori konspirasi muncul. Ayah Dodi Fayed ialah Mohamad Fayed seorang pengusaha keturunan Mesir yang memiliki toko mewah Harrods. Banyak teori mengaitkan perisik MI6 , CIA dan Mossad terlibat dalam komplotan membunuh putri yang diramalkan akan memeluk Islam dan diramalkan mempunyai anak beragama Islam, serta memiliki keturunan yang namanya berawalan Muhammad atau Fatimah yang nantinya mungkin menjadi raja/ratu Inggris. Rekaman CCTV tidak menunjukkan tanda-tanda Henri Paul mabuk ketika berjalan keluar menuju mobil mereka. Peguam Michael Shrimpton turut mendukung Henri Paul tidak ada tanda-tanda mabuk atau kesan dadah.

Beberapa fotografer paparazzi tiba di Alma. Mereka terdiri dari Serge Arnal, Christian Martinez, Stéphane Darmon dan Serge Benhamou. Pada 13 Juli 2006, majalah Chi yang terbit di Italia menyiarkan gambar-gambar putri Diana menerima bantuan oksigen dari petugas paramedik selepas kecelakaan mobil itu. Gambar itu diambil beberapa menit selepas kecelakaan.

Puteri Diana tewas setelah mobil Mercedes yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di kota Paris,Perancis, pada tanggal 31 Agustus 1997.  Puteri Dianayang saat itu telah “berpisah ranjang“ denganPangeran Charles, satu mobil dengan pacarnya, Dodi Al Fayed (putera seorang milyuner dari Mesir,Mohammed Al Fayed, pemilik “department store”Harrods di London) yang dikendarai oleh sang sopirbernama Henry Paul. Ketiganya tewas dalam kecelakaan tersebut, sedangkan pengawal Puteri Dianabernama Trevor Rees-Jones, selamat.

 
Leave a comment

Posted by on April 29, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: