RSS

.pACARku Di Usia Baruku.

19 Apr

ini adalah kisah ku….

Namaku RIANTI TIAN, aku merupakan gadis yang  terlahir sebagai anak tunggal dari ayah ku Septian Siddiq dan ibuku Heranita sandra. Ayahku pebisnis yang sukses, dahulu dia hanya anak laki-laki miskin yang berkat ilmunya meraih kesuksesan, ibuku sendiri seorang ibu rumah tangga yang baik hati dan mudah bergaul sebenarnya dia adalah calon dokter tapi karena pengabdiannya pada ayah makanya dia tidak melanjutkan sekolahnya sungguh sangat di sayangkan.

Aku bersekolah di SMU KARTIKA 1, sebagai murid kelas 2 aku menuai banyak prestasi, aku sering di ikutkan olimpiade sains. Banyak teman-teman yang sanjung kepadaku. Prestasi yang ku dapat sangat memuaskan hatiku dan hati orang tuaku.

Namun prestasi yang gemilang, bukan berarti sudah cukup bagiku. Sayangnya tak banyak cowok yang dekat dengan ku mungkin karena mereka beranggapan kalau aku ini sangat membosankan jika di pacarin. Aku akan berusia 17 tahun pada april nanti, tapi sampai sekarang aku belum memiliki pacar.

Tak banyak yang mengejekku karena tidak pernah pacaran, aku juga merasa risih kenapa sampai sekarang aku belum memiliki pacar. Banyak sih yang menyatakan perasaannya pada ku, tapi selalu ku tolak. Aku sendiri tidak tahu kenapa ku tolak padahal akhirnya aku menyesal sendiri.

Teman-temanku gak ada yang menyinggung tentang diriku apakah sudah memiliki pacar, sampai akhirnya datang seseorang dia adalah Linda murid pindahan yang sangat terkenal dengan sebutan “PLAY GIRL”  yah sesuai dengan sebutannya, dia merupakan cewek yang sering gonta-ganti cowok. Dia sangat kesal dengan ku karena setiap kali dia memintaku mengerjakan tugasnya aku tidak mau, siapa sih yang INGIN mengerjakan tugas orang lain?.sampai dia murka dan berkata yang buruk padaku.

“ehh, cewek gak laku” ucapnya sinis

“maksud kamu apa sih, siapa yang gak laku” ujarku dengan sedikit emosi

“siapa lagi kalau bukan looh, cantik sih cantik, tapi gak laku” balasnya dengan membuat emosiku menggelegar

“linda, kamu punya perasaan dikit nggak sih?” ujar salah satu sahabatku “dina” pada linda

“ehh, kamu nggak usah ikut campur yah” ucap linda dengan menunjuk-nunjuk wajah dina, dina yang nggak suka di tunjuk-tunjuk pun marah dan ingin menghajar linda. Tapi dengan sigap aku menahannya.

“Linda, kamu apa-apaan sih, kenapa kamu berkata kalau aku ini nggak laku, cuma karena aku nggak sudi mengerjakan tugas kamu” jelas ku, sedikit marah

“emang kenyataannya gitu kok, emangnya ada yang pernah liat kamu gandengan sama cowok, atau jalan sama cowok, nggak pernah kan? jadi apa namanya kalau nggak laku” ujar linda menghinaku lagi.

“gak ada juga kan yang dirugikan kalau aku nggak pernah jalan sama cowok, malahan aku itu sedikit di hormati, daripada gonta-ganti cowok, kayak cewek murahan ajja” ucapku dengan membalas perkataan linda

“maksud loh cewek murahan, gue?”

“nyadar aja sendiri”

“sialan loh, ehh cewek gak laku, kalau emang loh ngerasa bukan cewek nggak laku, buktiin dong sama kita, kalau loh itu bisa punya pacar sampai ultah looh nanti, bukan kah april nanti ya?” ucap linda menantangku.

“ehh linda, looh apa-apaan sih” ucap dian

“ehh gue nggak bicara sama loh ya” ucap linda

Aku sempat terdiam memikirkan tantangan linda, dan kemudian menyetujuinya

“oke, aku bersedia, aku akan melakukan tantangan itu, lihat aku akan memiliki kekasih sampai sebelum umurku 17 tahun nanti,” jawabku dengan penuh bergelora. semua yang melihat pun terheran dan bingung.

“rianti, kamu apa-apaan sih?” ucap dina

“aku akan bukitikan sama cewek murahan ini kalau aku bisa punya pacar sampai umurku 17 tahun nanti” ucap ku tegar

“tapi kan ulang tahun looh, gak lama lagi” ucap dina khawatir

“gak apa-apa, aku sanggup”

“tunggu, tapi gue kasi cowok yang mana yang harus looh taklukin

“maksud kamu? siapa?” tanyaku bingung

“siapa lagi kalau bukan cowok terkeren, tajir, kapten tim basket dan pintar di sekolah ini…” ucap linda membuat aku dan yang lainnya bingung

“wow, kak ARYAN…………!!!” seru sorak ramain dari lapangan basket yang sedang mendukung pertandingan basket.

“maksud kamu, Aryan???” tanyaku

“yap, EXCELLENT….. kMu memang sangat jenius.” ucap linda dengan spontan sehingga membuatku terpaku.

“bagaimana Rianti? apa kamu bersedia? kalau kamu berhasil, akan aku akui kehebatanmu bisa menaklukkannya dan aku akan pergi dari sekolah ini. tapi jika aku yang menang, maka kamu harus mengerjakan tugasku setiap hari, DEAL?” tantang Linda yang semakin memojokkan ku, Dina dan Tantri merasa emosi melihat tingkah linda dan ingin memberi pelajaran pada linda tapi segera ku cegat.

“oke, aku terima, aku akan Mendapatkan Aryan, tapi pegang janjimu kau tidak akan bisa mengelak karena banyak saksi di sini” ucapku dengan tegar

“aku nggak yakin,” ucap linda mengejek

“Lihat saja Arlinda kau akan kembali ke asalmu.” aku dan teman2 ku pun beranjak pergi, Linda dengan mengejek berkata “takuuuut” dan tertawa, membuatku sedikit emosi tapi bisa ku kontrol

Setelah pulang sekolah, aku terdiam di kamar memikirkan tantangan linda. aku bingung bagaimana aku bisa mendapatkan hati aryan dalam waktu 2 minggu. Bukankah dia adalah cowok yang paling ideal dan juga keren, tapi jika aku tidak sanggup maka aku akan mengerjakan semua tugas linda.

Selang kemudian aku mendapat tamu, dia adalah Tantri dan Dina. Mereka datang kerumahku untuk memberiku semangat.

“hai ri?” ucap tantri

“kalian? kalian kenapa gak sms aku sih kalau mau kesini?” ucapku lemas

“yah ri, dari tadi itu kami udah sms looh, kami juga udah Tlp hp kamu, tp gak diangkat” jelas dina

“masa?” ucapku bingung kemudian aku melihat handphoneku, dan ternyata benar banyak panggilan masuk yang tidak ku jawab.

“bener kan? emangnya kamu kemana ajah sih nggak jawab panggilan kita, biasanya juga cepet diangkat” ucap dina dengan nada penuh tanya, aku pun menjelaskan kepada mereka bahwa dari tadi aku tidak memperhatikan panggilan mereka karena aku stres memikirkan tantangan linda.

“aduh ri, segitunya ya?” ucap tantri iba, aku mengangguk lemas

“kita bakal bantu loh ri” ucap tantri

“bener?”

“iya, kami bakal bantu looh, kan ada tantri yang 11-12 dengan lindah,,, haha” ucap dina mengejek tantri yang juga suka gonta-ganti pacar seperti lindah tapi tidak separah linda.

“ihhh,,, apa-apaan sih loh din, nggak tau, aku kan cuma…..”
“cuma apa? cuma bosan?”

“ihh”

akhirnya aku di bantu oleh ke dua sahabatku tantri dan dina, karena mereka berpengalaman soal pacar. Makanya aku percaya sama mereka. Keesokan harinya aku pun mulai mencuri-curi sedikit pandangan aryan, yang terkenal cuek sama cewek. aku mulai mendekat jika ada pertandingan basket yang sebenarnya aku paling malas berpanas-panasan di lapangan. Aku juga aktif mengunjungi kelas dina yang sekelas dengan aryan. Tapi dasarnya aku ini sangat kaku, aku ngga tau bagaimana cara mencuri perhatian aryan. Aku pun mulai jenuh dan bosan mengerjar-ngejar aktivitas aryan, kemudian aku ke aula untuk latihan  cheerleaders . disana ada dina dan tantri yang ikut latihan karena mereka juga merupakan anggota cheerleaders.

Setelah latihan merekapun istirahat, dina dan tantri datang menghampiriku, kami bercanda bersama kemudian dina dan tantri membuat sebuah gerakan membentuk piramid karena kurang 1 untuk menyempurnakan  mereka menyuruhku untuk naik di atas punggung mereka. Semula aku tidak mau, karena terus memaksa akhirnya aku bersedia. Aku naik ke mulai menaiki pundak tantri dan dina, dengan rasa sedikit takut dan cemas. Tantri dan dina pun mulai menakut-nakutiku dengan menggerakkan badan mereka, sehingga membuatku kesal. Merka kembali diam dan aku mulai menaiki pundak mereka lagi, tiba-tiba dari arah belakang mereka linda datang dan dengan sengaja  menyenggol  tantri dan dina, dengan maksud menjatuhkan ku. Disaat keseimbangan tantri dan dina tidak terkendali lagi aku pun terjatuh…….. Untung ada seseorang yang menangkapku sehingga aku tidak terjatuh, aku menutup mataku mengira diriku sudah terkapar  di lantai, ternyata yang menolongku adalah aryan. Semua orang yang terlihat tegang langung bernapas lega, aku pun begitu, aku lega dan juga sangat senang. Aryan pun menurungkanku dan membantuku berdiri.

“makazih ya?” ucapku yang masih sedikit shok

“ya sama2, lain kali hati-hati. Minumlah ini, mungkin kau sedikit shok.” ucap aryan dengan lembut sambil memberikanku air mineral dari tasnya. Aku pun meminum air tersebut, di bibirku masih tersisa sedikit air. Aku ingin mengelapnya, namun tiba-tiba aryan menahan tangan ku dan mengelap biibirku dengan sapu tangannya.Wow, hatiku saat itu serasa terbang dengan bunga-bunga yang cantik. lalu setelah itu dia pamit pergi Karena tantri dan dian sudah datang.

“hai ri? looh gak papa kan?” ucap tantri cemas, aku menggeleng.

“huh, hampir ajah loh jatuh, tapi untung ada pangeran ganteng” ucap dina

“(aku tersenyum)iya untung saja ada dia.” ucapku sambil melirik ke arah aryan pergi.

“ciee…. hem..hem…” ledek dina dan tantri

“oh ya ri, looh tau nggak kenapa looh jatuh? ini semua karena linda yang mendorong” ucap tantri

“aku tau, tadi aku melihatnya sendiri”

“tapi looh tenang ajah ri, dia udah di proses sama pelatih ceers, dan dia di skors 1 minggu, jadi nggak ada yang bakal gangguin lo, ri,” jelas dina.

Kemudian beberapa saat lindah datang mengambil barang-barangnya. aku, dina dan tantri pun menghampirinya.

“ciee, dapat libur ni yeee!!!” ledek tantri. Linda hanya melotot sinis

“looh semua jangan senang dulu, 1 minggu kemudian gue bakal datang lagi, dan akan ganggu hidup kalian” ancam linda.

“tapi aku berterima kasih banyak loh sama loh lin, karena berkat looh, aku jadi bisa mendapatkan sedikit perhatian aryan” ucapku sinis.

Linda pun pergi tanpa sepatah kata, tantri dan dina tertawa senang. Saat pulang sekolah aku melihat ban mobilku bocor, aku tahu siapa yang ngelakuin ini. Ini semua pasti ulah linda, aku sedikit kesal,  kemudian aku menelfon ayahku memintanya agar menyurh sopir untuk menjemput mobilku, dan aku sendiri pulang naik BUS TRANS karena tantri dan dina sudah pulang.

Aku pun menunggu di halte, tanpa sengaja aku menyenggol seseorang. Dia adalah aryan, aku pun jadi salah tingkah dan meminta maaf. Kemudian aryan melihatku dan mengenaliku.

“kamu, cewek yang tadi jatuh kan?” ucapnya

“ia, aku cewek yang tadi. Makasih yah udah bantuin aku?” ujarku sedikit terbatah-batah. ia mengangguk dan mengulurkan tangannya.

“aku aryan” ucapnya, aku membalas jabat tangannya, dan menyebutkan namaku. Kemudian bis datang dia pun akan naik, karena tangan ku dan tangannya belum terpisah ia pun menarik tanganku juga naik “bukankah kau juga akan naik?” ucapnya. Aku mengangguk dan tersenyum, lalu ia melepaskan tangannya dan menyuruh ku duduk sementara ia berdiri.

Sepanjang perjalanan aku selalu melirik ke arahnya, kemudian bis sampai dan kami pun turun.

“ohh iya sekali lagi makasih yah?”

“iya sama2” ucapnya lembut.

“oh iya, aku fikir kamu ke sekolah naik mobil…. mobilmu kemana?” tanya ku pada aryan

“kamu sendiri, bukan kah kau juga naik mobil ke sekolah?” tanyanya balik. aku pun menjelaskan tentang keadaan mobilku, lalu aku mananyakannya lagi. ia pun menjelaskan saat perjalanan

“kemarin saat kakekku datang, ia langusung menyambutku namun dengan sigap mengambil kunci mobil yang ku kantongi, lalu kemudian mengendarainya. Ia pergi  hingga larut malam, aku, ayah dan ibu bingung dia kemana. Ternyata saat dia pulang mobilku sudah ringsek sebelah, ternyata kakekku itu abiz nyari cewek dengan sok sok an memamerkan mobilku, ia meminjamkan pada gadis itu untuk belajar dan akhirnya cewek itu menabrak tiang listrik. aku sendiri bingung, kenapa bisa mobilku ringsek sebelah padahal kakek berkata kalau pacarnya itu alias gadis itu menabrak tiang listrik dari arah depan. Yah ayah dan ibu cuma menggeleng-gelengkan kepala, lalu kemudian mobilku di rental.” jelas aryan, aku pun tertawa mendengar ceritanya. selang kemudian aryan tiba di rumahnya, ternyata rumahnya dan rumahku cuma beda 70 m. tapi aku bingung kenapa aku baru tau sekarang padahal kami ini tetangga. Ia pun pamit dan aku melanjutkan perjalanan ku kerumah.

Di rumah aku sangat senang, sehingga membuat yang lain kebingungan. Sapu tangan yang ia berikan ku simpai dengan baik di laciku, dan air mineral yang ia berikan juga aku simpan dengan baik. Mungkin ini sedikit “Lebay” tapi beginilah indah nya perasaan ku saat ini. Aku merasa bahwa aryan sangatlah lembut dan baik hati, maka dari itu aku pun sudah berani bergaul dengannya. Muka cuek yang selama ini ia tampilkan berubah jadi lembut dan murah senyum.

Jika aku ke kelas dina, aku hanya menghampiri aryan, dina hanya kebingungan melihatku. Aku jadi sangat dekat dengannya ketika ia sering berkunjung ke rumahku dan aku juga sering berkunjung ke rumahnya. Saat istirahat aku sedang bersama aryan di taman, kami memang sering menghabiskan waktu istirahat di taman. Jarang sekali waktuku bersama dina dan tantri lagi tapi mereka mengerti dan selalu menginginkanku bersama aryan agar hubungan kita bisa semakin dekat. Apalagi karena tidak ada gangguan dari linda, dunia ini seperti milik berdua.

Hampir setiap hari kita sama-sama, dan banyak yang iri dengan kedekatanku dengan aryan. Karena kami seperti pasangan yang serasi, aku  menyukainya dan mungkin dengan tingkahnya yang seperti itu dia juga menyukai ku.

Ternyata 1 minggu telah berlalu, dan berlalunya begitu cepat, masa skors linda juga sudah habis. Jadi ada lagi pengganggu yang mengusik hubunganku dengan aryan. Kedatangan linda bagaikan neraka lagi buatku, tapi dengan adanya aryan di sampingku rasanya lebih baik.

Linda yang melihatku dekat dengan aryan tidak suka, karena itu akan membuatku menang. Maka dari itu dia melakukan apa saja agar aryan tidak menyukaiku. tapi setiap yang di lakukannya tidak berhasil.

sampai saat aryan akhirnya menyatakan sesuatu padaku saat aku dan dia sedang jalan.

“ri, malam ini kenapa dingin banget yah” ucapnya mendingakkan kepalanya ke langit

“mungkin mau hujan” ucapku lugu

“berarti kita pulangnya basah-basahan dong” ucapnya dengan nada bercanda. aku pun tersenyum.

“oh ya ri, besok lusa ultah kamu kan?” tanya aryan padaku

“iya benar, kamu jangan lupa datang ya? and jgn lupa kadonya” ucapku tersenyum.

“kamu mau kado apa”tanya aryan

“terserah kamu ajah”

“kalau malam ini aku berikan kadonya, g’mana?” tawar aryan membuatku bingung “baiklah”

dia pun mengeluarkan kalung berbentuk hati, dan berkata

“rianti, selama beberapa hari ini aku merasakan seuatu padamu, aku mencari-dan mencari apa itu, dan akhirnya ku temukan, dan malam ini aku ingin membuktikan kebenarnannya, bahwa aku suka sama kamu, dan aku ingin jadi pasangan kamu, apakah kamu mau jadi pacarku?” ucap aryan dengan menembakku. Aku jadi terkejut dan tersenyum tanpa lama-lama berfikir aku pun menerima aryan.

“ya aku mau” aryan pun memasangkan kalung itu di leherku, jelas aku sangat senang dan gembira. aryan pun menggandeng tanganku dan berjalan bersama.

ke esokan harinya, berita tentang aku dan aryan sudah jadian pun tersebar. Berita ini menjadi berita terhangat pagi ini di sekolah, aku tidak tau siapa yang menyebarkan berita ini tapi aku cuek saja menghadapi omongan teman-teman.

Saat aku mau masuk ke kelas, lindah pun mencegat ku.

“minggir!” ujar ku

“aku nggak nyangka, ternyata kamu cewek penakluk juga yah” ujar lindah menyela

“hh,. hampir ajah aku lupa, ternyata aku yang menang taruhan. dan kenapa kamu masih ada di sekolah ini, kamu tidak akan lupa dengan janjimu kan linda?.” jelasku dengan sinis

“janji” tanya lindah dengan mimik heran.

“iya taruhan, bukankah jika aku bisa mendapatkan aryan maka kau akan keluar dari sekolah ini?” ujarku

“ohh iya, aku tidak akan lupa. tapi apakah aryan tahu tentang taruhan ini, dan bagaimana kalau dia tau?” ujar linda yang membuatku tidak mengerti.

Tiba-tiba terdengar suara aryan dari belakang

“rianti,,,,,!!!” panggil aryan. aku pun menoleh

“aryan? kenapa kamu ada di sini? dan kamu…..” ucap ku dengan gugup

“aku nggak nyangka termyata kamu hanya mempermainkan aku” ujar aryan singkat lalu kemudian dia pergi. aku pun mengejarnya dan memanggil-manggilnya. Linda yang melihat ini tertawa puas.

Aku mengejar-ngejar aryan hingga ke taman.

“aryan, aryan, tunggu penjelasan aku” ucapku. aryan oun berhenti.

“sudah cukup semua penjelasan kamu, semuanya sudah sangat jelas dan aku sudah mengerti dan paham” ujar aryan

“aryan, kamu nggak ngerti, aku memang taruhan dengan linda, tapi sebenarnya aku suka sama kamu dengan tulus”

“tulus………???? tapi aku tidak tulus, sebaiknya sekarang kita putus” ucap aryan sehingga membuatku terdetak

“aryan,”

“cukup, makasih selama seminggu ini kamu nemenin aku, dan makasih karena kamu pernah ngisi hatiku, makasih, makasih,” ucap aryan. Kemudian iya bergegas pergi, hatiku bagaikan tertusuk sangat sakit, aku memanggil-manggil aryan. Tapi ia tetap berjalan dan meninggalkan aku.

Setelah itu aku kembali ke kelas, di kelas lindah mengejekku.

“wow, ada yang abiz di putusin nih” ejek linda. aku tidak bisa lagi meladeni ejekan linda, aku pun jadi lemas dan terjatuh.Teman-teman yang lain pun membawaku ke-UKS. saat sadar aku tidak tahu apa yang terjadi, dan di sampingku sudah ada tantri dan dina

“kami turut sedih yah ri” ucap tantri, aku pun mengangguk

“ooh ya din, aryan ada di kelasnya nggak?” tanyaku pada dina

“nggak ada, katanya dia pulang” ujar dina

“pulang?” tanyaku lagi

“iya, dia pulang, katanya ada urusan keluarga” jawab dina

Aku pun bingung kenapa aryan tiba-tiba pulang.

Saat pulang sekolah, ban mobilku pun kembali kempes. Dan lagi-lagi yang lakuin itu adalah linda, aku sedikit kesal. Kemudian aku menghubungi supir ayahku lagi agar membawa mobilku pulang dan aku pulang naik bus.

Saat di halte aku teringat dengan aryan, tiba-tiba ada seseorang yang menyenggolku. Aku melihat orang itu dan sedikit berfikir bahwa dia adalah aryan, tapi ternyata bukan aku pun segera masuk ke bis. Di dalam bis aku lagi-lagi teringat dengan aryan, tiba-tiba bis oleng dan aku hampir terjatuh. Untung ada seseorang yang menahanku.

“terima kasih” ucapku pada orang tersebut. Ternyata orang tersebut adalah aryan, aku pun heran “aryan”ucapku  kemudian bis kembali oleng dan aku terjatuh dan lagi lagi aryan menolongku dan memagang tangan ku aku pun hanya membisu dan terpaku.

setelah bis berhenti kami pun turun, kami jalan bersama, meskipun tidak ada sepatah katapun yang terlontar. karena merasa aneh aku pun mengucapkan terima kasihi.

“sebelumnya aku mau ngucapin makasih” ucapku. aryan hanya terdiam

“dian bilang kalau kamu tadi pulang, karena ada urusan keluarga, tapi kenapa kamu masih, mmm, maksudku….” ucapku gugup dan terbatah-batah

“tadi emang aku izin pulang karena ada urusan keluarga, tapi aku balik lagi ke sekolah karena suatu keperluan” ujar aryan yang membuatku bertanya-tanya tentang apa yang terjadi.

“hmmmmmm,,,, soal tadi…” ucapk yang langsung di potong oleh aryan

“gak usah di permasalahin, lagian gak ada gunanya.”ujar aryan. aku pun jadi terdiam dan membisu, aku mulai jenuh dengan semua ini rumah juga masih jauh, rasanya sangat lama. Aku pun mencari ide agar terpisah dari aryan, aku sangat bingung harus bagaimana, lalu kemudian aku pura-pura sedang menerima telpon dari dian.

“haloo, dian? ada apa? owhh, yayaya, oke aku akan kesana, baik daaa…”ucapku dengan mimik sedang menerima telpon

“mmm, sory yah yan, aku tadi dapat telpon dari dina, katanya ada latihan tambahan” ucapku meyakinkan aryan dan kemudian berbalik arah dan bergegas pergi, namun baru beberapa  langkah ku berlalu, tiba-tiba  aryan memanggil

“rianti….!!!”panggilnya, membuatku seketika terdiam kaku. Aku pun berbalik dan aryan pun mendekat dan berkata

“maaf atas perlakuanku yang emosi tadi , aku hanya mau ngucapin selamat tinggal” ucap aryan yang membuatku bingung

“maksud kamu?kamu kenapa ngucapin selamat tinggal? apa kamu…..”

“aku akan pindah ke tempat ayah dinas di irian” ujar aryan yang semakin membuatku bingung

“jadi kamu mau pindah?” ucapku sedikit sedih

“iya, tadi aku pulang untuk bahas ini sama keluarga, dan aku kembali ke sekolah untuk minta surat pindah” jelas aryan. aku pun jadi terguncang dan ingin menangis. Tapi kemudian aryan memberikan sapu tangannya.

“ini, ambillah. ini adalah sapu tangan terakhir dariku” ucap aryan sambil menjulurkan sapu tangannya dan langsung ku ambil, aku pun terdiam lagi. Setelah itu dia mengucapkan selamat tinggal dan berbalik pergi. aku tak kuasa lagi menahan tangisku, kemudian aku mengejar aryan dan berteriak.

“yan? aku sayang sama kamu, kenapa kamu pergi begitu saja” ucapku sambil terisak sedih. Aryan berhenti kemudian melanjutkan langkahnya lagi. Aku menangis dan tak sanggup berjalan lagi, melihat aryan pergi rasanya sangat sakit setiap langkahnya bagaikan duri yang di tusukkan ke badanku setu persatu. Lalu kemudian aku berjalan ke arah rumah, ku hapus air mataku yang terus mengalir dengan sapu tangan pemberian aryan hingga basah, orang-orang di sepanjang jalan kompleks melihatku dan  bingung tapi aku tetap berjalan dengan air mata mengalir hingga di depan halaman rumah,  air mataku pun ku hapus dan bersikap seperti biasa agar tidak ada yang curiga. Kemudian aku melanjutkan langkahku, saat membuka pintu rumah mama sudah ada di ruang tamu menungguku. Saat ku langkahkan kaki ku masuk, mama pun memanggil

“rianti, kenapa kamu baru pulang sayang, sini deh mama mau liatin sesuatu” ujar mama, aku pun berjalan ke arah mama. Ternyata mama mau membicarakan tentang pesta ulang tahun ku yang berlangsung esok hari, tapi rasanya aku sangat malas membicarakan hal tersebut dan menyuruh mama yang melakukan semuanya.

“ma, aku malas nih, lebih baik mama ajah yang mengurus semuanya, terserah mama mau dekorasi kayak gimana, aku capek mau istirahat, gak papa kan?” ujar ku lemas.

“ihhh kamu kok gitu ri, ini kan pesta kamu, masa mama yang urus semua sih” ujar mama.

“ma.., beneran deh aku capek, untuk kali ini mama ajah yah yang urus semuanya, please!!!” ucap ku memohon-mohon, dan akhirnya mama bersedia.

“baiklah, kamu istirahat ajah sana!!” ucap mama,

“makasih mom, aku sayang sama mama” ucapku senang lalu mencium pipi mama

Kemudian aku masuk kedalam kamar dan menguncinya, lalu setelah itu aku menangis merintih-rintih. Belum pernah aku menangis karena seorang cowok, belum pernah aku rasaain kesakitan seperti ini. Malam pun tiba, aku keluar dari kamar melihat mama sedang sibuk mempersiapkan acara ulang tahunku, terlihat beberapa pelayan yang sedang memasang pernak-pernik dan kursi, rasanya hari yang sangat special. Kemudian aku pamit sama mama untuk keluar sebentar ke taman, mama pun mengijinkan dan aku berjalan keluar rumah.

Dengan memakai sweater ungu kesukaanku, aku menikmati malam yang dingin ini. Kejenuhan dan bising suara dalam rumah, serta kesedihanku terhapad aryan ku ku hilangkan malam ini, tapi aku nggak sanggup dan untuk ke sekian kalinya lagi aku meneteskan air mataku, aku pun teringat saat malam aku jalan dengan aryan. Ternyata tanpa ku sadari sesrorang sedang memperhatikan ku dari kejauhan.

Keesokan harinya, keadaan rumah sudah sangat sibuk, semua ini karena ulah mama yang ingin membuat pesta ulang tahunku terlihat megah dan sempurna karena tamu yang datang bukan hanya teman-temanku saja, tapi teman bisnis papa juga akan datang menghiasi acara pertambahan usiaku. Semua orang sibuk kecuali aku, aku hanya merasakan kosong dan sepi.

Kemudian aku mendapat sms dari dian dan tantri mengajakku mencari dress untuk pesta, karena ini hari minggu dan tidak sekolah, aku pun segera mandi dan ganti baju lalu menyusul dian dan tantri di butik mama tantri.

Dian dan tantri belum ku beritahu tentang kepergian aryan ke irian, tapi sepertinya dian dan tantri menyembunyikan sesuatu. saat memilih-milih dress tiba-tiba tantri memberikan dress yang cantik untukku.

“ri, dress ini cocok banget buat kamu, serasi banget” ucap tantri sambil menyodorkan dress itu ke badanku dan mencocok-cocokkannya dengan badanku.

“hmm, iya ri, cantik banget kamu ambil yang ini ajah yaaaaa?” ucap dina menamba. Aku pun mengangguk lemas, dian dan tantri senang dan membawa dress itu ke kasir, lalu kemudian aku kembali melihat-lihat beberapa dress lain. Tiba-tiba aku bertemu dengan linda dan mencegatku.

“wah….wah….wah… ternyata ada cewek gak laku disini” ucap lindah mengejek

“linda, sekarang aku nggak mau ribut sama kamu, jadi tolong minggir!!!” ucapku lemas dan cuek.

” tunggu, aku cuma mau ngingetin, mulai besok kamu harus ngerjain semua tugaz aku” ujar linda

“maksud kamu? bukankah aku yang menang, kenapa aku harus mengerjakan tugaz-tugaz kamu?”

“aduuh ri, kamu itu kan gak bisa menyelesaikan tantangan ini sampai ulang tahun looh, karena aryan keburu mutusin kamu” ucap lindah tegas. Aku sedikit emosi namun ku tahan kemudian tantri dan dian datang.

“hei cewek murahan, sebaiknya loh pergi dari butik mama gue, karena mama gue gak sudi menerima pembeli seperti loh” ucap tantri emosi

“eh, jaga yah kalau lu ngomong, gue nggak suka” ucap linda yang juga emosi

“apa lu” balas tantri. Lalu kemudian mama tantri datang.

“maaf, ada apa ini, tantri ada apa?” ucap mama tantri. aku pun mulai menjelaskan

“gini loh tante…”ucapku yang langsung di potong

“ini nih ma, ada biang rusuh” ucap tantri yang menunjuk-nunjuk lindah

“ihh apa sih,,,, nggak tante, dia tuh yang duluan” ucap linda membela diri

“apa looh” ucap tantri semakin menjadi. Aku dan dian coba mencegat tantri lalu mama tantri bertindak yang sangat bijak

“maaf, sebaiknya untuk menghindari keributan yang berlebihan, lebih baih nak linda segera keluar, karena saya tidak ingin pelanggan yang lain menjadi risih” ucap mama tantri tegaz. Linda pun jadi gelagapan, sementara aku, tantri dan dina tersenyum-senyum melihat expresi muka linda yang sangat malu, setidaknya ini jadi sedikit pengobat sakit hatiku.

Sepulang dari butik mama tantri, aku tantri dan dian jalan-jalan ke Mall untuk membeli aksesoris untuk melengkapi penampilan. Dian dan tantri sangat bersemangat memilih pernak-pernik yang cantik, aku melihat-lihat beberapa aksesoris yang menarik yang sesuai dengan dressku, Tiba-tiba saat memilih-milih aku melihat seseorang seperti aryan, aku berlari keluar untuk memastikan dan ternyata aryan tidak ada disana. Aku pun berfikir kalau mungkin saja ini adalah khalusinasiku saja, yang masih terpukul dengan kepergian aryan.

Setelah membeli perlengkapan pesta, aku, dian dan tantri pun menuju ke parkiran untuk segera pulang. Dan untuk kesekian kalinya aku kembali melihat aryan, tapi saat aku mengejar lagi-lagi aryan menghilang. Tantri dan dian pun bingung dengan tingkah ku.

“ada apa sih ri?” tanya dian,

“iya, kamu nyari siapa sih?” tambah tantri

“ahh nggak aku, nggak nyari siapa-siapa, ya udah ayo kita pulang!” jawabku dengan menarik tangan tantri dan dian ke mobil.

Saat perjalanan pulang aku masih memikirkan tentang kejadian tadi, saat 2 kali aku melihat aryan di mall. Tapi aku meyakinkan diriku untuk menyadari bahwa aryan sudah memilih kehendaknya sendiri, dan aku tidak boleh terlarut-larut dalam hal-hal seperti ini.

Malam hari pun tiba juga, pesta ulang tahunku yang di persiapkan oleh mama terlihat sangat sempurna. Sudah banyak tamu yang hadir dalam pestaku ini, teman-temanku dan teman-teman ayah menghiasi nuansa ulang tahunku. Dari banyaknya tamu, aku berharap seorang tamu yang sangat ku inginkan, tapi sejak dari tadi dia belum juga muncul.

Tantri dan dian pun datang, mereka terlihat cantik dengan dress dan aksesoris yang mereka kenakan, di tambah lagi dengan pasangan mereka yang mendampingi mereka yang terlihat sangat serasi. Aku menjadi sedikit minder dengan mereka

“hai ri, selamat ulang tahun yah, ini kado buat kamu” ucap tantri meberiku selamat

“rianti, selamat yah, akhirnya sekarang loh berumur 17 tahun, N ini kado dari gue” ucap dian yang juga memberiku selamat.

Acara pun dimulai, mama sudah menyiapkan kue ulangtahun yang sangat spesial untukku. Teman-temanku pun berkumpul untuk menyaksikan aku meniup lilin yang berada di atas kue, teman-teman bersorak menyuruhku segera meniup lilin. Aku pun membuat permohonan lalu meniup lilin, tiba-tiba saja saat aku meniup lilin lampu pun seketika padam. Semua pun menjadi risih, aku memberi tahu mama, dan mama pun menyuruhku tenang karena ini bagian dari acara. Aku pun mulai bingung, tiba-tiba papa naik ke atas panggung dan memberi pengumuman kepada tamu undangan untuk tetap tenang. Selang beberapa menit kemudian terdengar suara piano yang sangat merdu dari atas panggung tempat papa berada, bukan papa yang sedang memainkan piano, tapi seseorang dan dia adalah aryan aku pun terkejut, teman-temanku pun bersorak senang. Mama pun berkata,

“ini lah bagian hiburan untuk yang sedang ulang tahun, gimana sayang? kamu suka?” ujar mama, aku pun bingung antara sedih dan senang pun bercampur, aku pun tak kuasa melihat ini lalu aku keluar dari tempat pesta menuju taman. Aku duduk di bangku taman, merunduk dan menangis, aku tidak tahu kenapa aku menangis tapi aku tidak kuasa melihat ini.

Kemudian aryan datang dan menawarkan sapu tangan miliknya, aku pun mendongakkan kepalku dan mendorong tangan aryan yang memegan sapu tangan, hingga sapu tangan itu jatuh.

“nggak usah” ucapku, lalu aku mengusap air mataku dengan sapu tangan milikku sendiri sambil berkata

“sudah cukup sapu tangan yang kau berikan untukku, aku sudah tidak butuh lagi” ucap ku tersedu. Aryan pun duduk di sampingku dan mengambil sapu tangan tersebut.

“aku hanya akan memberikan sapu tangan pertama untukmu” ucap aryan yang membuatku bingung.

“yang pertama?” aku merasa bingung dengan ucapan aryan yang berkata bahwa sapu tangan tersebut adalah yang pertama. padahal yang pertama adalah saat di aula tersebut. aryan pun hanya tersenyum-senyum.

“yan? bukankah kau sudah pindah? lalu kenapa kamu ada disini?truz apa maksud kamu yang pertama?” ucapku melontarkan pertanyaan kepada aryan.

“aku memang sudah pindah” ucap aryan,

“lalu kenapa kamu masih ada di sini?” ucapku memotong pembicaraan aryan

“aku disini karena undangan Tante Hera, untuk memainkan piano untukmu” ucap aryan

“mama?”

“ya,”

“lalu apa maksud kamu dengan sapu tangan yang pertama itu, padahal kemarin kamu memberikanku sapu tangan terakhir, lalu….”

“sapu tangan pertama di usia barumu, ulang tahun mu hanya aku orang pertama yang memberikan mu sapu tangan, dan yang terakhir itu adalah sapu tangan terakhir saat umurmu 16  tahun. dan aku ingin memulai semuanya dari awal di usia barumu ini.” jelas aryan. aku pun mengerti maksudnya.

“sapu tangan pertama?”

“huh, sapu tangan ini sudah capek-capek ku beli di mall kemarin, jadi lecet deh” ujar aryan sambil mengusap-usap sapu tangan itu.

“mall?” ucapku bingung

“iya, kemarin aku ke mall untuk mencari sapu tangan yang cantik, tapi kalau tau kamu akan membuangnya lebih baik ku beli di pinggir jalan saja. Aku pun jadi tersadar bahwa yang ku lihat kemarin di mall itu beneran aryan.

“tunggu, tapi bukankah kamu akan pindah ke irian?”

“tidak, aku hanya membohongimu, ini semua agar aku tahu sejauh mana kamu sayang sama aku, dian dan tantri sudah menjelaskan tentang taruhan itu, dan mereka juga yang membantuku membuat rencana ini” ujar aryan dengan serius

“jadi kemarin kamu dan dina juga tantri, mengerjaiku?” ucapku, aryan pun mengangguk.

“haha, ternyata kalau kamu nangis itu kusut banget ya? aku jadi nggak tega” ujar aryan

“jadi kamu lihat aku nangis dan ternyata semua ini hanya rencana kamu saja, aku itu sakit bangeeeeeeet yan…. kamu tega banget sih” ucapku sambil mencubit pinggang aryan. Aryan pun menjerit

“aww, masih mending cuma 1 hari, dari pada aku buat ujian ini sampai ulang tahun mu yang ke-18 tahun gimana” ucap aryan sambil tersenyum-senyum, aku pun kembali mencubit pinggang aryan

“tapi kamu nggak akan tahan pisah sama aku”dan ia pun lari kemudian aku mengejar, dan kami pun bercanda bersama.

Hatiku pun mulai senang kembali, ternyata dian dan tantri telah melakukan hal yang special untukku, sekarang di usia ku yang ke 17 tahun tanggal 23 april 2011 jam 21 : 30 aku mulai merasakan hal yang terspesial dari hidupku

  • aku Berhasil MENDAPATKAN PACAR SAAT USIAKU 17 TAHUN
  • dan si menyebalkan lindah juga sudah kembali ke asalnya, dia di keluarkan dari  sekolah karena sangat malas mengerjakan tugas serta serta pelanggaran yang lain
  • aku pun juga sangat menyayangi sahabatku dan paham dengan arti persahabatan.

Hidupku sangat bahagia…………….

_________________sekian____________________

 
Leave a comment

Posted by on April 19, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: