RSS

DARA

22 Mar

Cantik, baik, senyum manis, kaya, dan juga taat beribadah, itulah dara ayunda sukma. seorang remaja yang bisa di bilang sudah boleh dikatakan dewasa, karena sifatnya yang sudah sangat dewasa. dia lahir di kalangan orang terpandang, ayahnya seorang pebisnis yang sukses, dan ibunya seorang dokter gigi. Meskipun ayah dan ibunya sibuk, tetap saja waktu untuk dara si anak semata wayang selalu ada, sungguh keluarga yang harmonis.

Berbicara tentang dara, seorang gadis yang masih duduk di bangku smp kelas 3 yang sangat cerdas dan sangat menarik ini, yang  meskipun kedua orang tuanya adalah keluarga terpandang, ia tidak pernah sombong terhadap kawannya yang lebih di bawah standar keluarganya, malahan dia hanya berteman dengan temannya yang bisa di katakan sebagai orang biasa saja.

Dara, selalu berfikiran positiv dan menganggap semuanya sudah takdir yang maha kuasa. sehingga ketika ia di timpa musibah pun, ia tidak pernah menjatuhkan air matanya. Seperti saar ia harus merelakan sang kakek tercinta yang sangat menyayanginya dan rasa  sayangnya itu lebih besar dari kedua orang tuanya. Ia hanya terpukul dalam batinnya, ia tidak pernah terlarut dalam kesedihan itu. Banyak yang menganggap bahwa dara akan sangat kehilangan dan tak akan berhenti mengalirkan airmatanya ketika kakekknya itu meninggal. Tapi ternyata, dia adalah gadis yang sangat tegar.

Namun, Apakah dia juga akan tegar jika cinta datang?

PERTEMUAN INI, SANGATLAH MENYENANGKAN

Di minggu yang cerah dengan matahri teduh sejuk, dara sedang duduk dan  membaca sebuah buku di Park Center, dengan hardphone yang terpasang di kedua daun telinganya dengan musik pop jazz kesukaanya. Serta minuman jus Alfukat yang masih sangat segar. membuat suasana tambah segar dan fress.

saat tengah asyik, tiba-tiba sebuah bola mendarat tepat di kakinya. ia sedikit cuek dan melanjutkan membaca, tiba2 ada seorang laki2 yang meminta bola itu.

“hei, tolong lemparkan bola itu ke sini!” pinta reza,  mendengar hal itu dara pun akan mengembalikannya, dia mengambil bola itu dan berjalan menuju ke arah reza.

“ini (memberi bola sambil tersenyum)” seru dara yang memberikan bola . reza pun menerima dengan sedikit terpesona dengan kecantikan dara, begitupula teman2 reza.

“makazih, ra”ucap reza

“za’ cewek itu cantik banget, baik lagi(terpesona) loh kenal gak sama dia, kenalin ke gua ya?” ucap salah satu teman reza. reza yang mendengar perkataan temannya itu hanya tersenyum dan melanjutkan permainan sepak bola mereka. “dia itu dara daik kelas gua waktu smp. seudahlah, jangan memandangi dia terus, ntar mata loh keluar, ayo main lagi!” seru reza kepada teman2nya.

keesokan harinya kelas dara kedatangan murid baru. seorang cowok yang keren dan manis, dia adalah soni. semua cewek tergila-gila dengan soni, tapi tidak dengan dara. Dara hanya tersenyum sebentar dgn memandang soni  dan kemudian mengalihkan semua perhatiannya pada  bukunya.

“nama saya Soni Staven, saya berasal dari Smp 2 surabaya, saya tinggal di Perumahan Permai,  saya paling senang dengan olah raga basket dan membaca komik dan saya paling senang dengan pelajaran sains” ucap soni yang memperkenalkan dirinya. tiba2  seorang murid langsung bertanya kepada soni.

“udah punya pacar blom?” ucap sani dengan agak semangat, namun tiba2 pertanyaannya itu di respon oleh teman2nya dangan teriakan yang memojokkan sani. sony hanya tertawa mendengar pertanyaan itu. “(tertawa) saya masih single” ucapnya dengan nada ramai.

perkenalan pun selesai, waktunya untuk soni mendapatkan tempat duduk untuk belajar. pak guru pun mencari2 tempat kosong untuk soni, dan menemukan tempat duduk di samping bangku dara yang masih kosong. Pak Guru pun menyuruh soni untuk duduk di bangku tersebut. banyak yang iri dengan dara, malahan ada yang menyuruh dara untuk tukaran tempat, tapi langsung di tegur oleh pak guru.

soni yang duduk berseblahan dengan dara pun merasa senang, karena berseblahan dengan gadis tercantik di kelas. Soni pun berkenalan dengan dara, dengan sedikit ragu, soni pun memulai berkenalan.

“hai, aku soni” ucap soni pada dara sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan

“(tersenyum singkat) aku dara” ucap dara seraya mengulurkan tangannya membalas tangan soni.

setelah pelajaran selesai, soni mengajak dara ke kantin bersama, namun tiba-tiba sekumpulan cewek2 datang menghampiri soni dan mengajaknya ke kantin bersama. awalnya soni menolak, namun karena di paksa akhirnya dia mau nurut. Dara hanya kebingunan melihat hal itu dan pergi kekanting dengan teman2nya.

D’kantin, semua cewek sedang membicarakan soni, begitu pula dengan teman2 dara.

“wah, ternyata dia keren juga yah?” gumam tania salah satu teman dara.

“soni?” ucap karin

“iya, siapa lagi, dia itu keren, tajir manis lagi.” ucap tania terpesona

“ohh, iya,,,,, kereeeen banget, iya nggak ra’?” ucap karin pada dara, tapi dara tidak memperhatikan caloteh temannya itu, dia hanya konsentrasi pada makanannya dan buku yang iya baca.

“ra,,, dara, lo dengar gak sih apa yang kita omongin?” ucaap karin kesal.

“iya nih, dari tadi buku melulu yang di perhatiin.” seru tania.

“iyaaaaaaaa…. aku dengar kok, udah deh, jangan ganggu aku dulu, aku lagi serius nih, oke?” pinta dara. teman2 dara pun cemberut melihat tingkah dara yang cuek  seperti itu.

setelah dari kantin, dara pun pergi ke perpustakaan. ia pergi hanya sendiri, disana ia sedang mencari buku-buku tentang biografy fisikawan. ia sangat suka membaca biografy orang-orang sukses dan orang-orang pintar, karena ia ingin seperti mereka, sukses dengan keahliannya sendiri, bukan dengan bantuan kesuksesan kedua orang tuanya.

ketika menemukan buku yang ia cari, ia pun pergi ke sudut perpustakaan dekat jendela, tempat itu sangat sepi, dan dara sangat menyukai tempat tersebut karena dia sangat menyukai ketenangan dan dia lah yang sering sekali ke tempat tersebut. Namun, ternyata tempat tersebut mempunyai penghuni baru. Dara yang melihat orang tersebut langsung mengenalinya, dia adalah sony

“Sony???” ucap dara yang heran melihat sony berada di tempat favoritnya.

“hai ra,” jawab sony tersenyum manis melihat dara.

“kamu? kamu ngapain disini?” tanya dara kembali.

“nih(menunjukkan sebuah buku) aku lagi baca,” jawab sony tanggas.

“hmmp, tapi kamu kenapa tau tempat ini? ehh maksudnya, kamu kenapa gak baca di tempat biasa?” tanya dara sedikit terbatah-batah

“ohh, aku suka tempat ini, karena sangat tentram, aku kira di sekolah baru ku tidak ada tempat yang tenang untuk membaca, ternyata ada juga, malahan tempatnya bagus, karena kita bisa melihat pemandangan diluar” ucap sony seraya mengarahkan pandangan ke luar jendela

“ohh, jadi kamu suka baca juga yah?” ucap dara. sony yang mendengar itu hanya mengangguk.

“Lalu, kamu sendiri ngapain di sini?” tanya sony balik sebenarnya sony tidak tahu kalau tempat yang ia tempati itu adalah tempat favorit dara.

“ini kan tempat yang paling ku suka di sekolah ini, tempat tersepi dan jarang yang datang kesini, tapi ternyata udah ada penghuni baru” ucap dara. sony pun merasa bahwa yang dianggap sebagai “penghuni baru” itu adalah dia, dan ia pun tersenyum lepas, dara pun juga’ ikut, tersenyum.

“tapi gak apa2 kan kalau ada penghuni baru sepertiku” ujar sony

“(tersenyum) gak apa2 sich, tapi janji yah gak bakal brisik” ucap dara


OHH, JADI SATU SEKOLAH?

ke esokan harinya, Dara sedang sarapan pagi dengan kedua orang tuanya dengan penuh kenikmatan. Tiba-tiba di tengah kenikmatan itu, seseorang pun datang berkunjung.

(Tett……tett…..tett)

“biar dara yang buka yah ma?” ucap dara, dara pun ke ruang depan untuk membuka pintu. dan yang datang adalah sepupu dara dari australia yaitu DeVNIE ,

“hi, dara, How are you?, aku sangat senang melihatmu” ucap davnie

“ohh, Desy kau ada disini?” ucap dara heran

“No….no…no…. bukan desy tapi DEVNIE ,Do not get used to calling my name with the desy, call me DEVNIE, ok?” ucap davnie yang menolak dara yang menyebutkan namanya dengan dessy karena ia lebih suka di panggil devnie, devnie sebenarnya singkatan dari DESY VIRGINIEET satu-satunya anak perempuan dari 5 bersaudara, semua saudaranya adalah laki-laki makanya orang tuanya sangat senang dengan kelahiran devnie sebagai anak perempuan pertama dan di beri nama VIRGINIEET dengan dasar VIRGIN = perempuan . namun karena davnie tinggal dan bersekolah di australia, makanya dia tidak ingin di panggil dengan nama desy, karena menurut teman-temannya di australia, nama desy itu sangat jadul dan norak, makanya namanya di persingkat menjadi DEVNIE agar terdengar sangat keren dan luar negri banget.

“iya, iya, DEs. ehh, DEVNIE (mengejakan dengan iringan gerakan bibir).” ucap dara.

“goog, Now, I want to meet with the uncle and aunt, where they?” ucap devnie langsung masuk dan mencari dimana ayah dan ibu dara.

“uncle,,,,, uncle sukmo, aunt, aunt where are you” ucap devnie mencari-cari dan memanggil-manggil om dan tantenya.

“desy? ternyata yang datang itu kamu?” ucap mama dara yang heran melihat yang datang pagi-pagi adalah devnie

“oh, aunt, jangan sebut aku desy, itu tidak menyenangkan” ucap devnie

“devnie ma, panggil dia dengan devnie” bisik dara di telinga mamanya

“dev..devnie???”

“yeah, very-very true, haha, ternyata tante sama kerennya dengan ku” ucap dacnie kegirangan. ayah, ibu dan pembantu dara yang melihat tingkah davnie pun tersenyum, sedangkan dara hanya bingung melihatnya.

“Loh des, eh davnie.. mana daddy and mami kamu?” tanya ayah dara

“ohh, daddy N Mam qu? mereka gak ikut, abisnya banyak kerjaan, makanya gak bisa nganterin aku ke sini” jawab davnie dengan santai.

“ohh,,,, trus kamu jadi pindah ke sini?” tanya ibu dara

“pindah??? jadi kamu bakal pindah kesini?, kenapa? emangknya di australia itu gak enak?tapi menurutku disana enak, tapi kenapa kamu gak betah?” ucap dara dengan menanyakan pertanyaan yang membuat davnie bingung karena gak tau harus jawab yang mana tapi lagi-lagi dengan sok gaulnya davnie hanya menjawab

“whatever lah,,, now lets go, tunjukkan aku kamar yang cocok dengan ku, oke,,,,, by ancle N aunt!!!” seru davnie sambil merangkul dara, dan melambaikan tangannya untuk ayah dan ibu dara. Ayah dan ibu dara tersenyum melihat dara dan davnie

setelah sarapan, dara pun berangkat ke sekolah dengan di antar ayahnya karena kantor ayah dara sejurusan dengan sekolah dara sedangkan ibu dara berangkat mengendarai mobilnya sendiri ke klinik tempatnya bertugas. sedangkan davnie tinggal sendiri di rumah dan akhirnya bosan sendiri.

Di sekolah, dara sedang belajar dengan sangat serius. Diam-diam sony memperhatikan dara yang sangat cantik itu, hingga di kagetkan oleh teman sebangkunya.

“ehh son, liatin saipa lu (melirik kearah dara) ohh, gua tau, pasti si cantik dara kan? ngaku ajah lu” ujar renal

“ha? nggak gua lagi lihat keluar jendela tuh,” jawab sony sambil menunjuk ke arah jendela.

“manknya lu liat apaan di jendela, ahh kurang kerjaan ajah loh, ntar di lihat sama bu guru di omelin loh” ucap renal

“iya, iya, gua tau” ucap sony, yang langsung mengalihkan pandangannya ke buku yang berada di depannya.

Setelah pelajaran usai, dara pun ke perpustakaan. Dia mengambil beberapa buku untuk di baca, dan pergi ke sudut perpustakaan itu lagi. Namun lagi-lagi dara dan sony bertemu di tempat itu.

“sony? kamu di sini lagi?” tanya dara

“hah, iya (nyengir) kamu juga'” jawab sony

“iya, seperti biasa.” ujar dara. dara pun duduk berhadapan dengan sony, dan membaca dengan serius. Sony pun melanjutkan bacaannya. Namun sekali-kali sony melirik ke arah dara. (cewek ini benar2 manis, gak kayak cewek2 lainnya yang centil dan sok cantik, bahkan dia gak suka ngejar2 cowok, dia juga terlihat cuek, tapi tetap manis, ya ampuun, benar2 menyenangkan pindah ke sini, satu kelas dengan cewek cantik, baik, dan manis kayak dia, perfect) gumam sony dalam hati. dara pun melihat sony yang dari tadi memperhatikan dirinya.

“son, kamu kenapa ngeliatin aku kayak gitu?, emangnya ada yang mengganjal di wajah ku yah?, emangknya ada sesuatu?” tanya dara kebingungan, sony pun jadi salah tingkah dan memalingkan perhatiannya ke buku yang sedang di baca dara.

“ohh tidak, aku hanya melihat buku yang kamu baca, kayaknya menarik” ucap sony meyakinkan dara.

“ohh gitu, iya, buku ini emang bagus, menarik dan gak bosan di baca. Manknya kamu mau pinjam, tapi entar yah setelah aku” ujar dara

sony pun  lega karena ternyata dara tidak tahu apa yang sebenarnya ia pikirkan ( huh, hampir ajah aku  ketahuan, setidaknya dia gak tanya2 lagi).setelah itu mereka berdua pun kembali ke kelas karena istirahat akan segera berakhir.

Pulang sekolah, dara sedang menunggu supir di depan pintu gerbang. Namun dari tadi, supirnya belum juga muncul. Tiba-tiba seseorang datang menghampirinya dengan mengendarai motor ninja kawasaki berwarna hijau. Dia adalah Reza

“hai ra’. nunggu pak ujang yah?” tanya reza

“iya nih, dari tadi belum muncul-muncul padahal udah jam setengah 3” jawab dara

“ya udah, sini aku anterin!!!” tawar reza

“tapi kan kamu mau pergi les” ucap dara

“nggak, hari ini les kosong, mau nggak?” ucap reza kembali menawarkan.

“ya udah deh, tapi kamu jangan ngebut yah?” ujar dara,

“tenang ajah,” ucap reza meyakinkan dara. dara menerima tawaran reza. “pegangan” seru reza.

“ahh, nggak” tolak dara. reza pun tiba-tiba melaju motornya  sehingga dara terdorong kedepan dan memegang pinggang reza. “ahhh,,, ka’ kan udah dibilangin jangan ngebut” ujar dara

“apa? aku tidak dengar” ucap reza pura-pura tidak mendengar perkataan dara tersenyum menang.

Sementara itu sony yang berada di mobilnya melihat mereka dan merasakan sesuatu dan langsung menancapkan pedal gas mobilnya. sesampainya di rumah, dara berterima kasih pada reza

“makazih yah ka’, udah di antar pulang, tapi lain kali jangan gitu dong, aku kan takut” ucap dara cemberut

“kamu juga sih, di suruh pegangan gak mau, ya udah kamu jangan cemberut gitu dong (sambil menyentuh hidung dara dengan telunjuknya)” ucap reza

“ehm, udah ahh, kakak pulang ajah. aku juga mau masuk nih” pinta dara

” iya deh, jadi ceritanya aku di usir nih?” ucap reza. Dara pun melotot, dan reza tahu maksud dara “iya… iya… aku pergi, dahh?” seru reza. Reza pun pergi, dara melambai ke arah reza dan di balaz oleh reza, pandangan dara masih tertuju kearah reza yang sudah agak jauh, tiba-tiba ia di kejutkan oleh davnie

“ekhm,,,ekhm, jangan di pandangin melulu, lagian udah jauh kok!” seru davnie sedikit nyidir

“davnie, kamu ngapain di sini?” tanya dara yang salah tingkah karena ketahuan sedang memperhatikan reza.

“aku nungguin kamu lah, lagian pulang sekolah kok jam 3 sih.” ucap davnie yang cemberut.

“tadi itu aku nungguin pak ujang, tapi gak datang-datan gtapi untung ajah ada yang anterin pulang. ” jelas dara

“hmmp, iya yah, untung ajah ada pangeran tampan yang anterin pulang (berlari masuk)” sindir davnie yang segera kabur

“dev,,,,” seru dara, yang kemudian mengejar devnie.

Di dalam rumah, dara masih mengejar davnie. “davnie jangan lari, dia itu bukan siapa2”

“iya bukan siapa2, tapi apa2” seru davnie

“ihh, davnie…” ucap dara. Tiba-tiba ibu dara datang

“ehh, kalian kok kayak anak kecil gitu sih, kejar2an, manknya ada apa” ucap ibu dara

“ini nih aunt dara (tiba-tiba dara menyumpal mulut davnie dengan biskuit yang banyak sehingga davnie tidak bisa berkutik”

“ini bu, davnie bilang biskuit nya gak enak jadinya aku paksa ajah suruh makan, tapi nyatanya enak, iya kan dav?(sambil menyudorkan beberapa biskuit lagi ke mulut davnie, ibu dara pun mengangguk “oh” dara pun tersenyum menang) nyam-nyam-nyam?” ucap dara,”ohh, iya, ibu kok pulang cepat” tanya dara pada ibunya

“yee, bilang ajah kalau gak mau ketahuan, hayooo” ujar davnie namun tidak kentara karena masih ada biskuit di mulutnya.

“kamu bilang apa davnie, gak kentera kamu ngomong apa” seru ibu dara yang tidak tahu apa yang di katakan oleh davnie

Dara pun bereaksi lagi dengan menambah beberapa biskuit lagi di mulut davnie. “ohh masih mau nambah, nih(menyodorkan biskuit), enak bukan?” ujar dara, ibu dara pun makin kebingunan

“ohh,yah udah kalian cepat ganti baju, soalnya kita bakal makan malam sama ayah di restauran, makanya ibu pulang cepat” jelas ibu dara. Dara pun mengangguk mengerti, kemudian mengiring davnie pergi ke kamar.

Di kamar, davnie pun mengomeli dara, namun dara hanya cuek,

“ihh, dara, banyak banget sih biskuit yang kamu masukin ke mulutku, sampe aku gak kuat lagi mengunyah” omel davnie sambil memegangi pipinya. dara terlihat acuh,

“emangnya cowok itu namanya siapa sih?” tanya davnie

“emangnya kenapa nanya-nanya, ayo cepat ganti baju, ntar kita telat lagi” ucap dara. davnie pun cemberut dan bergegas ke kamar mandi.

Dara dan davnie pun ikut dengan ibu dara kerestaurant, di sana sudah ada ayah dara. Mereka pun duduk dan bersantap nikmat sambil mengobrol.

“davnie, paman sudah menemukan sekolah yang bagus dan cocok buat kamu” ucap ayah dara

“really, di mana ancle?” tanya davnie kegirangan

“Di sekolah dara, karena untuk sekarang, sekolah terbagus dan berkelas hanya sekolah dara, yaitu sekolah negri” jelas ayah dara.

“jadi, davnie bakal pindah ke sekolah aku?” tanya dara

“asyik, akhirnya aku bisa satu sekolah dengan sepupuku tersayang, ya kan ra” ujar davnie kegirangan, dara hanya cengengesan melihat reaksi davnie

“iya, kalian bakal satu kelas di sekolah yang sama, jadi dara bisa bantu-bantu davnie, ya kan ra” ucap ibu dara, dara pun mengangguk.  di tengah perbincangan mereka, tiba-tiba seseorang datang.

“pak Sukmo agung (menepuk bahu ayah dara),?” ucap orang tersebut, ayah dara berpaling ke orang tersebut dan langsung mengenalinya.

” pak Steven dave? ha, apa kabar(menjabat tangan pak stevan)kapan anda kembali ke jakarta?” ujar ayah dara

“baik-baik, pasti anda Nyonya Dina, bukan?(menunjuk kearah ibu dara) dan yang ini pasti…..” “dara, bukan?” ujar pak steven menebak dan direspon baik oleh ayah dara.

“iya betul, dan yang ini adalah da….” “davnie, saya adalah keponakan dari pak sukmo agung dan dina larasati, dan juga sepupu dara” ujar davnie tersenyum senang.

“oh, haha, pasti anak dari pak Sutomo, bukan?” tebak pak steven

“betul sekali” tanggas davnie

“lalu pak steven kesini dengan siapa? nyonya Renata dimana?” tanya ibu dara yang mencari seseorang

“ohh, itu mereka” ucap pak steven, ayah dara, ibu dara, davnie dan dara memalingkan pandangan ke arah yang di tunjukkan oleh pak steven, dan benar saja, istri dan anak laki-laki pak steven sedang menuju ke arah mereka.

“hai, jeng renata, apa kabar” sapa ibu dara pada istri pak steven(renata)

“hai jeng, baik, anda sepertinya juga baik, dan fresh” membalas sapaan ibu dara.

“dan ini jagoan saya, anak laki-laki penerus perusahaan” ucap pak steven dengan merengkul anak laki-lakinya, dara pun mengenali anak pak steven tersebut.

“sony?”ucap dara

“hai ra?”balas sony, ternyata anak pak steven adalah sony, SONY STEVEN,

” jadi kalian sudah saling kenal?” tanya ayah dara

“sony ini kan teman sekelas aku” jawab dara.

“iya, kami sudah saling kenal, sejak aku pindah ke sini pa” jelas sony

“ohh, jadi kalian satu sekolah?” tanya pak steven

“satu kelas juga” tanya ayah dara menambahkan, sony dan dara pun mengangguk

“asyik, ternyata, aku akan satu kelas dengan sepupuku yang cantik dan anaknya om ini, betul kan?” riang dara.

semua pun terdiam sejenak, lalu kemudian tertawa.

TEMAN SPECIAL UNTUK DARA.

keesokan harinya dara dan davnie berangkar sekolah bersama, karena hari ini merupakan hari pertama davnie bersekolah di Smp Tunas Bakti 1  sebagai murid baru, sebenarnya kelas dara sudah penuh, namun karena dacnie mendesak untuk satu kelas dengan dara, makanya permintaan itu pun di setujui berhubung karena di lihat dari asal sekolah davnie yang berasal dari luar negri, yang mungkin kemampuan otaknya pas untuk masuk ke “CLASS GENIUS

I birth in Jakarta, but I live and schools in Australia.I love to shop, I’m also pleased to exercise, and (menunjuk ke arah dara)I was the cousin of dara (semua langsung memalingkan pandangan ke dara” jelas davnie sambil tersenyum,

“no wonder they both look beautiful” gumam salah satu murid

“yeah righ, they look so pretty and sweet” tambah salah satu murid cowok

“hey, do you have a boyfriend?” tanya salah satu murid, davnie pun menggeleng “not, so I moved to Indonesia to look for my heart’s desires” ucap davnie,

seluruh siswa cowok pun bersorak gembira, dan yang cewek berseru “huuu,,,   base, weird guy”

davnie pun akan segera duduk, banyak laki-laki yang menawarinya tempat duduk, namun dia memilih duduk di samping dara, dengan menyuruh teman sebangku dara untuk pindah. pelajaran pun segera di mulai,  kelas yang semula gaduh berubah jadi tenang layaknya tak kelas tak berpenghuni, hanya guru saja yang menegluarkan suara.

Davnie pun heran dengan tingkah semua murid (apa yang terjadi, kenapa mereka seperti di hipnotis, dara pun tidak berkata-kata sedikitpun) gumammnya heran.

“ssets, davnie, davnie,” bisik sony

“ada apa” ucap dara namun dengan seura yang terdengar jelas sehingga membuat guru bereaksi “ekhem” davnie pun mengerti kode itu dan dia kembali, sony pun menuliskan sesuatu untuk davnie.

(davnie, kamu pasti heran kan? mengapa semua siswa berperilaku seperti itu, kamu harus ngerti karena kamu masuk di class genius, makanya mereka semua seperti itu, aku awalnya juga sama kaya’ kamu tapi aku ngerti. bertindaklah seperti mereka, dan perhatikan apa yang dikalatakan oleh guru. ok!) davnie pun mengangguk dan bertindak seperti teman2nya, dan ia sangat memperhatikan apa yang di terangkan oleh guru, bahkan dia bisa menjwab pertanyaan yang di utarakan oleh gurunya, meskipun beberapa pertanyaan bukan untuk dirinya.

Pak guru pun bangga melihat davnie, begitu pun dengan teman-temannya yang lain. Setelah pelajaran usai, davnie mengajak dara bersama, sebenarnya dara ingin ke perustakaan tapi pun mengiyakannya karena davnie masih baru di sini dan dia belum punya banyak teman.

Ternyata pemikiran dara salah, di kantin banyak cowo yang mau berkenalan dengan davnie bahkan minta nomor hpnya, namun davnie hanya terlihat cuek dan bosan. Tapi ia tetap meladeninya,

“davnie, minta nomor hpnya dong,” ucap salah satu siswa

“iya aku juga'” tambah beberapa lagi. Begitu terus

“davnie, udah kayak artis ajah lu” ujar dara

“iya, ya, gak nyangka ternyata gua sepopular gitu” ujar davnie bangga

“huu, lebay. Cepet di habisin, soalnya aku mau ke perpus,” seru dara

“ha perpus, ngapain?” tanya davnie

“emangnya kalau kita perpustakaan itu mau jualan,? yah baca lah. Mau ikut gak, kalau nggak aku tinggalin nih” ucap dara

“ahh malaz ahh, looh pergi ajah sendiri, aku mau keliling sekolah dulu, oke” tolak davnie.  Dara hanya cemberut dan pergi ninggalin davnie. davnie pun melanjutkan makanannya dengan rasa nikmat.

Setelah makan davnie pun jalan-jalan keliling sekolah,

“hmm, bagus juga’ tapi kurang modern, gak seru.” gumamnya, tiba-tiba ia mendengar suara sorak-ramai dari lapangan baseket, ia pun ke situ, ternyata ada pertandingan basket antara sekolahnya melawan smp lain yaitu Smp Tunas Bakti 1 melawan Smp Tunas Bakti 3. dan di antara pemain sekolahnya itu dia melihat sony juga ikut bermain. (that’s Sony, it turns out he’s a basketball player, pretty cool huh?)gumamnya, dia sangat menyukai cowok yang main basket, dan dia selalu menyebut cowok itu dengan (pretty cool)

Semua siswi bersorak memanggil nama sony untuk menyemangati, davnie yang melihat pun juga ikut bersorak.

“sony…. go,go,” soraknya dengan kegirangan sambil melompat-lompat, sony pun menoleh dan tersenyum, para siswi yang melihat itu pun menatap davnie dengan sinis, karena dari tadi mereka menyoraki sony, tapi tidak di perhatikan. Namun saat davnie yang bersorak lebay, sony malah membalas dengan senyum, tapi davnie hanya cuek melihatnya perhatiannya tetap tertuju pada permainan.

Permainan pun usai, dan tim sekolah Smp Tunas Bakti 1 yang menang semua siswa TB 1 pun bersorak senang davnie juga sangat kegirangan dan menerobos masuk ke lapangan menyampiri sony sehingga membuat semua perhatian tertuju padanya, tapi lagi-lagi dia hanya cuek.

“yee, sony, you’re the winner!!!” seru davnie kegirangan. sony pun tersenyum senang

“makasih yah davnie,” ujar sony senang.

“iya sama-sama, you’d look really cool, it turns out in addition to handsome, you’re too athletic,” tambah davnie sangat memuji sony

“(tertawa,) haha, kau terlalu memuji, (merangkul davnie) ayo kita ke dalam” ujar sony tiba-tiba davnie melepas rangkulan sony

“ihh, sony jorok, you do very sweaty” ucap davnie, sony pun menyadari dan ia pun tertawa. davnie juga ikut tertawa. davnie pun langsung menggandeng sony. “gini ajah” ujarnya sambil tersenyum, sony juga ikut tersenyum, mereka pun masuk ke dalam sekolah. Dan sony pun menuju ruang ganti sedangkan dara singgah ke kelasnya.

Di kelas, davnie terlihat tersenyum-senyum sendiri, (wow, what happen, aku kenapa yah, kok tiba-tiba mikirin dia, hmm) gumamnnya sambil tersenyum. Setelah ganti baju, sony pun menujku kelas, tiba-tiba ia melihat dara yang sedang membaca buku di taman, ia heran melihat dara yang tidak membaca di tempat biasa, dia pun menghampirinya.

“dara, kamu disini? kenapa bukan di tempat biasa?” tanya sony

“ha, tempat itu udah hilang,” jawab dara singkat

“maksudnya?” ucap sony memperjelas pertanyaan

“tadi, tempat itu di renovasi dengan penambahan rak buku, makanya aku pergi ke sini untuk baca” jelas dara.

“benar kah? jadi….”

“jadi, gak ada tempat favorit lagi “ucap dara dengan menahan napas lalu menhembuskan dengan lega. “udah ahh, kamu mau ke kelas kan, kita bareng yah?” tambah dara. sony mengangguk dan pergi bersama dara ke kelas. Tapi ia merasa sedikit sedih melihat dara, yang gak seperti biasa.

Pulang sekolah, sony masih memperhatikan dara. ia berfikir mungkin dara masih sedih dengan hilangnya tempat favoritnya itu. Tapi pendapatnya itu salah, dara jelas terlihat sangat ceria dan tidak mempermasalahkan hal itu, karena dia sudah merelakannya. Hingga di rumah, sony masih memikirkan tentang hal itu, dan mendapatkan ide untuk membuat dara mendapatkan tempat favorit yang baru.

Dara sendiri sedang belajar di kamarnya, tiba-tiba davnie masuk.

tok…tok….

“dara, boleh kah aku masuk” ujar davnie

“masuk ajah, gak dikunci” jawab dara. davnie pun masuk dan duduk di atas tempat tidur dara.

“ra’,,, apa sih yang kamu rasakan dengan reza?” tanya davnie. dara pun melotot dan bingung dengan pertanyaan davnie. Davnie merasa takut dan mengganti pertanyaannnya.

“ra’ kamu percaya gak sama love at first sight” tanya davnie

“kamu kok, nanya-nanya tentang cinta hari ini? apa kamu lagi jatuh cinta yah?sama siapa? orang mana? ketemu di mana?” tanya dara, bukannya davnie yang bertanya tapi kenapa dara yang balik nanya. davnie pun jadi salah tingkah

“ihh, dara, kan aku yang bertanya kok malah kamu yang balik nanya” protes davnie. karena dari tadi dara hanya nyebelin, akhirnya davnie ninggalin dara ke kamarnya. (ihh, dara kok banyak nanya banget sih,) gumamnya setelah keluar dari kamr dara. Tiba-tiba dia melihat ayah dan ibu dara yang sedang bersantai, dia pun punya ide agar pertanyaannya itu terjawab. Ia pun menghampiri ayah dan ibu dara.

“hi, ancle… aunt” sapa davnie.

“davnie, kamu tidak tidur? ada apa?” tanya ibu dara.

“iya, ada apa davnie, kamu susah tidur yah, karena tempat tidur kamu beda sama yang dulu “di australia” ??” tanya ayah dara

“nggak kok om, aku hanya mau cari udara segar ajah, soalnya lagi suntuk di kamar” jawab dara.

“kalau gitu aku ke kamar kecil dulu” ucap ayah dara. setelah ayah dara pergi, davnie pun mendekat ke ibu dara

“tante boleh nanya sesuatu gak?” ujar davnie

“memangnya kamu mau ngomong apa” tanya ibu dara.

“hmm, gini, perasaan tante sama om gimana sih waktu pertama bertemu, aku dengar-dengar sih, om dan tante itu FIRST LOVE yah? ceritain sama davnie dongk, rasanya FRIST LOVE itu gimana sih” tanya dara. ibu dan ayah dara pun bingung.

“emangnya kamu kenapa nanya kayak gitu davnie (tersenyum) apa jangan-jangan kamu ….” ujar ibu dara.

“ha? nggak, tante, jawab dongk,!!” pinta davnie

“iya, emang benar om itu first love tante, Dan waktu pertama ketemu itu rasanya senang campur deg-degan, pokoknya aneh deh, rasanya sulit kalau di ungkapin dengan kata-kata deh” jelas ibu dara. Davnie pun mengangguk, dan melahap beberapa kue ke mulutnya “ohh… persis” gumam davnie.

“apanya yang persis davnie?” tanya ibu dara yang bingung karena davnie ngomong sendiri.

“ahh, nggalk, ini loh, kue bikinan tante persis sama bikinan mami aku (nyengir)iya persis banget  kalau gitu aku habisin yah tante, aku bawa ke kamar” ujar davnie yang salah tingkah dan membawa semua kue itu ke kamarnya, ibu dara yang melihatnya pun jadi bingung.

keesokan harinya sony sudah menunggu dara di depan kelas. Setelah lama menunggu akhirnya dara datang juga, sony pun bergegas menyampirinya.

“hai ra?” sapa sony

“hai son,,,, ada apa?” ucap dara.

“hmm, kamu mau ikut aku nggak ke suatu tempat?” tawar sony

“kemana?”tanya dara

“kamu ikut ajah,,, ada sesuatu yang aku mau liatin ke kamu, mau?” ujar sony. Dara pun jadi penasaran “oke aku mau ikut, tapi awas loh. jangan aneh-aneh” ujar dara

“gak bakalan” ucap sony tersenyum, ia pun meraih tangan dara dan membawanya ke suatu tempat.

mereka naik ke atap sekolah, sony pun menutup mata dara dengan sapu tangannya sehingga dara makin penasaran. mereka pun sampai ketempat tujuan. ternyata sony sudah menyediakan bangku-bangku lengkap dengan meja untuk dara.

“masih ada tempat yang tenang dan indah bukan di sekolah ini?” ujar sony, dara yang melihat semua ini pun jadi terharu.

“sony, ini benar-benar indah, bagaimana kamu lakuin semua ini?”ujar dara terharu.

“is magic” ucap sony singkat. dara pun sangat senang dan spontan memeluk sony. Sony pun kaget karena tiba-tiba dara memluknya, dia merasa salah tingkah dia merasakan sesuatu pada dirinya. Namun dara sendiri tak merasakan sesuatu.

Merekapun kembali kekelas, dara tersenyum-senyum bahagia davnie yang melihatnya jadi heran “ra, kesambet setan yah, senyum-senyum sendiri” ujar davnie, “nggak, aku lagi dapat door prise” jelas dara senang, “beneran? hadiahnya apa” tanya davnie. “rahasia” ucap dara. Sedangkan sony, sangat bingung dengan perasaanya (kenapa dadaku berdetak kencang banget yah, apa ini refleks saat dara meluk aku, dari sekian banyak orang yang meluk aku termasuk mantan-mantanku aku nggak pernah ngerasain hal seperti ini, ya ampun, apa yang sebenarnya sedang terjadi sih? aneh)

saat pelajaran telah berlangsung, sony selalu memperhatikan dara. Sementara davnie yang selalu memperhatikan sony mengira kalau sony sedang memperhatikannya sehingga membuatnya selalu salah tingkah sendiri.

sepulang sekolah sony mengajak dara pulang bareng, tapi dara menolak.

“ra’ pulang sama aku yuk!” ajak sony

“aduh, maaf yah sony, bukannya aku nggak mau tapi aku mau ke toko buku” ucap dara menolak.

“kalau gitu pulang sama aku ajah son” ucap davnie.

“oke deh kalau gitu, yuk,” ucap sony sedikit kecewa.

davnie sangat senang karena bisa pulang dengan sony, sementara sony terus memikirkan dara.

di perpustakaan, dara sedang mencari-cari buku, setelah mendapatkan buku yang ia cari ia pun pergi ke kasir untuk membayar. tiba-tiba secara bersamaan ketika ia memberikan kantong buku, ia bertemu dengan reza.

“kak reza?” ucap dara heran

“dara, kamu disini?” ucap reza yang juga heran. mereka berduapun jadi tertawa.

“ekhem,,,,ekhem,,,,, jadi membayar nggak?” ujar kasir



 
Leave a comment

Posted by on March 22, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: