RSS

contoh Ceramah ~ Ibu ~ oleh Rif’ah Tri Hafsari

05 Apr

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛

Segala puji bagi Allah, yang Maha Mengetahui dan  Maha Melihat hamba-hambanya, Maha suci Allah, Dia-lah yang menciptakan bintang-bintang di langit, dan dijadikan padanya penerang dan Bulan yang bercahaya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, yang diutus dengan kebenaran, sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, mengajak pada kebenaran dengan izin-Nya, dan cahaya penerang bagi umatnya. Ya Allah, curahkan sholawat dan salam bagi nya dan keluarganya, yaitu doa dan keselamatan yang berlimpah.

Tema ceramah yang akan saya bawakan yakni “Ibu”. Kata ibu sudah tidak asing bagi kita, setiap makhluk hidup kecuali Adam dan Hawa memiliki ibu. Selama 9 bulan ibu mengandung kita tanpa merasa lelah dan letih, karena memang itu adalah berkah terindah untuk ibu.

Ibu, seseorang yang sangat berarti di atas segalanya, sehingga rasulullah  memberi gelar kepada ibu “surga itu berada di telapak kaki ibu”

Saya akan menceritakan kisah seorang anak yang di tolak masuk surga karena sesuatu yang ia perbuat pada ibunya. Kesalahannya tidak sebesar merampok, membunuh, ataupun memfitnah. Ini kisah tentang seseorang yang sangat taat beribadah, rajin sholat, baik, dan ia juga sangat taat kepada orang tuanya. Namun suatu ketika, ia sedang shalat sunnah, tiba-tiba ibunya memanggil. Ia mendengar panggilan ibunya, tapi ia tidak menyahut dan tetap melanjutkan shalatnya. Di situlah mengapa ia di tolah masuk syurga Allah.

Bayangkan hal seperti itu saja kita tidak di perkenangkan untuk masuk surga, Lalu bagaimana dengan dosa kita yang lebih besar ke pada orang tua, utamanya ibu?

Allah swt berfirman

Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” [QS.al Isro’:23]

Saya juga akan menceritakan kisah nyata seorang ibu yang berbohong demi kebaikan

Ini adalah sebuah kisah seorang anak yang mengajak kita mengenal, merasa dan merenungi segala hal yang pernah dilakukan seorang ibu terhadap kita selama ini. Segala kesusahan yang menimpanya seringkali dihadapinya dengan lapang dada. Berbilang cobanan dan rintangan tetap di hadapinya dengan tabah dan senyuman. Dan pada akhirnya, percayakah Anda bila seorang ibu terkadang perlu berbohong demi kebahagiaan anaknya?

seorang lelaki yang dilahirkan dalam sebuah keluarga miskin. Bahkan untuk makan saja, mereka sering kekurangan. Ketika makan, ibu mengangkat piringnya dan memberikan porsi nasinya untuk sang anak sambil berkata,

“Makanlah nak, ibu tidak lapar”. Inilah KEBOHONGAN SANH IBU YANG PERTAMA.

Setelah sang anak masuk SMP, demi membiayai sekolah sang anak, si ibu pergi ke koperasi dengan membawa sejumlah korek api untuk di tempel. Dari sanalah, ibu mendapatkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim hujan tiba, sang anak bangun dari tempat tidurnya, melihat sang ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Sang anak berkata padanya,

”Bu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.”
sang Ibu tersenyum dan berkata,

”Cepatlah tidur nak, aku tidak lelah”. KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA.

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemani sang anak pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, sang ibu yang tegar dan gigih menunggu sang anak di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambut anaknya  dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untuk sang anak. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, sang anak segera memberikan gelasnya untuk ibunya sambil menyuruhnya minum. Namun sang Ibu berkata,

“Minumlah nak, aku tidak haus!”. KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA.

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap peran sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup seorang diri. Kehidupan keluarga mereka pun semakin payah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang tetangga yang baik hati berkenang membantu sang ibu baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang melihat kehidupan mereka yang begitu sengsara, seringkali menasehati sang ibu untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, berkata,

“Terima kasih, saya tidak butuh cinta”. KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.

Setelah sang anak serta saudara2 sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua, sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu satu ini tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk berjualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Anak2nya yang lain yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan sang ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim kembali uang tersebut. Dan  berkata,

“aku punya uang”. KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA.

Setelah lulus dari S1, sang anak pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika Serikat berkat beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya akusang anak pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, ia bermaksud membawa ibunya untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepada sang anak,

“Aku tidak terbiasa”. KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM.

Setelah memasuki usianya yang tua, sang ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, sang anak yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibundanya tercinta. ia melihat ibunya yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibunya yang keliatan sangat tua, menatap sang anak dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh sang ibu sehingga sang ibu terlihat lemah dan kurus kering. Sang anak menatap ibunya sambil berlinang air mata. Hatinya perih, sakit sekali jika kita melihat ibu kita dalam kondisi seperti itu. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata,

“Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan”, KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Dan setelah mengucapkan kebohongannya yang ketujuh, ibu sang anak tercinta pun menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita tersebut, penahkah kita merenungkan apa yang telah kita berikan untuk ibu kita? Pernahkah kita mengucapkan kata “Terima Kasih” kepadanya? Sudah tahukah kita bagaimana keadaan ibu kita sekarang? Pernahkah kita mencemaskan ibu kita? Apakah yang di makannya hari ini? Apakah ia punya masalah? Pernahkah kita berdo’a untuknya?memohon keselamatan dan kesehatan untuknya?

Tidak, fikiran seperti itu  jarang sekali  terlintas difikiran kita, kebanyakan yang kita fikirkan yaitu pacar kita?, dimana dia sekarang?siapa yang sedang ia sms?apakah di bersama cowok lain? Atau apakah dia bersama cewek lain? Naudzubillah min dzalik
di sini saya ingin mengajak teman2 sekalian untuk Renungkan, segera lakukan yang tebaik untuknya baik itu kecil maupun besar, pasti hal tersebut sangat berkenang di hatinya. setidaknya sebelum ke sekolah, ciumlah tangannya agar sang ibu merelakan kita pergi menuntut ilmu, karena di situ pula sang ibu mendo’akan anaknya agar sukses. sebelum kita berpisah dengannya untuk selama-lamanya. Dan ketika itu, sebuah kata PENYESALAN sudah tidak berguna lagi.

 

 
8 Comments

Posted by on April 5, 2011 in Uncategorized

 

8 responses to “contoh Ceramah ~ Ibu ~ oleh Rif’ah Tri Hafsari

  1. uswatun H

    December 21, 2011 at 7:39 am

    ma’v kandt Q ibu:’(
    clma in Q tlah membntah cmw printha mue
    ctlah Q mmbca dkwah in Q sadar :’)

     
  2. wina

    June 10, 2012 at 2:35 pm

    ,izin share yaa untuk tugas sekolah bikin ceramah
    makasiih,ini bermanfaat banget :)

     
  3. hafaizstory

    December 13, 2012 at 11:09 pm

    Makasih ya… Tausiyahnya semoga bermanfaat… :)

     
  4. siti elina

    March 10, 2013 at 1:16 am

    terimakasih y ln jd kngen ma ibu nan jauh d sana

     
  5. KimsKimi (@tikkixoxo_96)

    March 13, 2013 at 1:09 pm

    izin copas buat tugas sekolah ya :)

     
  6. Waliya M.

    March 25, 2013 at 10:13 am

    izin share ya… ini berguna banget buat tugas sekolah…. N makasih ya……….

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 187 other followers

%d bloggers like this: